Berita Banyuasin

Pembangunan Pasar Baru Pangkalan Balai Banyuasin Senilai Rp 5,3 Miliar Terancam tajk Sesuai Target

Pembangunan Pasar Kota Pangkalan Balai yang baru terancam tak selesai sesuai target yang telah ditentukan.

Pembangunan Pasar Baru Pangkalan Balai Banyuasin Senilai Rp 5,3 Miliar Terancam tajk Sesuai Target
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Fisik pembangunan Pasar Kota Pangkalan Balai yang baru tepatnya di dibelakang SMK N 1 Kelurahan Kedondong Raye Banyuasin III, Rabu (5/12/2018) 

Laporan wartawan sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, BANYUASIN--Pembangunan Pasar Kota Pangkalan Balai yang baru tepatnya di dibelakang SMKN  1 Kelurahan Kedondong Raye Banyuasin III terancam tak selesai sesuai target yang telah ditentukan.

Pasalnya proyek yang menggunakan dana APBD Banyuasin 2018 sebesar Rp 5,3 milyar tersebut dengan tenggang waktu 150 hari terhitung 20 Juli-Desember 2018 akhir tahun ini.

Berdasarkan pantauan Sripoku.com, di lapangan, Rabu (5/12/2018) progres proyek pasar yang dikerjakan oleh PT Hastomulyo Adiprima diperkirakan belum mencapai 80 persen pada fisik bangunan.

Terdapat sejumlah bagian bangunan yang belum selesai, seperti lantai, meja lapak dan dinding kios termasuk fasilitas lainnya masih tahap pengerjaan.

Harga Gas Tinggi, PT Pusri Sulit Lakukan Revitalisasi Pabrik

Kendala Pembangunan Plaza Aldiron Cinde, Struktur Tanah Diluar Dugaan Pengelola

"Kami diminta pihak rekanan proyek pasar untuk mengejar waktu, jadi pengerjaan terus dikebut sampai sesuai target waktu,"harap salah satu pekerja yang enggan disebutkan namannya.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan jika pengerjaan proyek pasar ini masih diberikan perpanjangan waktu.

"Kemudian dikenakan denda jika tidak selesai tepat waktu yang ditentukan,"singkat Dia.

Rencanannya apabila pengerjaan sesuai target yang ditentukan, pengoperasian akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang dengan merelokasi sebanyak 233 pedagang yang lama akan direlokasi ke lokasi yang baru.

"Kita akan merelokasi pedagang basah seperti ikan, daging, sayur-sayuran serta pedagang yang jualan di jalan. Sedangkan pedagang kering masih tetap bertahan di lokasi yang lama,"pungkasnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved