Berita Muaraenim

Data BPS: Tingkat Konsumsi Rokok Keluarga Miskin Lebih Tinggi Dibandingkan Pemenuhan Gizi

Ternyata salah satu penyebab faktor kemiskinan masyarakat yang berpenghasilan rendah adalah tingkat konsumsi rokok yang tinggi

Data BPS: Tingkat Konsumsi Rokok Keluarga Miskin Lebih Tinggi Dibandingkan Pemenuhan Gizi
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak OPD terkait bersama BPS Muaraenim menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di aula Bappeda Muaraenim, Rabu (5/12). 

Laporan wartawan Sripoku.com, 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Ternyata salah satu penyebab faktor kemiskinan masyarakat yang berpenghasilan rendah adalah tingkat konsumsi rokok yang tinggi dari pada pemenuhan gizi.

"Asupan yang kita perlukan minimal 2100 perorang. Kalau penghasilan banyak dibelikan rokok yang nol kalorinya tentu akan berpengaruh dengan kesehatan," ujar Kepala BPS Kabupaten Muaraenim.

Sukerik SST MSi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di aula Bappeda Muaraenim, Rabu (5/12/2018).

Datsun Go Live Special Version Telah Tersedia di Seluruh Dealer Datsun Harganya Rp 134 Juta

Rumah Panggung Dua KK di Ujan Mas Muaraenim Terbakar Berikut Uang Tunai Rp 34 Juta

Somasi Tak Diindahkan, Pengadilan Agama Palembang Sita Eksekusi Tanah dan Bangunan Hotel

Menurut Sukerik, bahwa pihaknya sangat prihatin akan besarnya biaya konsumsi rokok rumah tangga miskin dibandingkan dengan pengeluaran mereka untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Dari hasil Survei kita, yang mencatat rata-rata pengeluaran bulanan penduduk miskin di Muaraenim minimal Rp 1,6 juta perbulan dengan asumsi dalam satu keluarga ada lima jiwa.

Dalam belanja mereka, seperti membeli padi-padian, sayur-sayuran, bahan makanan bergizi seperti telur, susu, dan protein lainnya, ternyata masih besar belanja produk tembakau (rokok).

Pembangunan Pasar Baru Pangkalan Balai Banyuasin Senilai Rp 5,3 Miliar Terancam tajk Sesuai Target

Harga Gas Tinggi, PT Pusri Sulit Lakukan Revitalisasi Pabrik

Harga Gas Tinggi, PT Pusri Sulit Lakukan Revitalisasi Pabrik

"Untuk angkanya saya kurang hapal, tetapi datanya seperti itu. Jadi sangat memprihatinkan. Mereka lebih mengutamakan rokok jika dibandingkan dengan protein, susu, dan lainnya," tukas Sukerik.

Berdasarkan data, lanjut Sukerik, penduduk Indonesia yang memiliki kebiasaan merokok sekitar 90 juta orang, dengan mayoritas laki-laki. Dan seandainya harga rokok perbatang

adalah Rp 1.000, maka pengeluaran masyarakat Indonesia untuk membeli rokok mencapai Rp 1,1 triliun per harinya.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved