Berita Palembang

Luncurkan SIAPEKA, Polair Polda Sumsel Pantau Perairan Sumsel

Aplikasi bernama Sistem Administrasi Pendataan Kapal (SIAPEKA), dapat mendata siapa saja pemilik kapal, jenis kapal, nomor kapal, hingga keterampilan

Luncurkan SIAPEKA, Polair Polda Sumsel Pantau Perairan Sumsel
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Aksi peragaan anggota Polair Polda Sumsel di perairan Sungai Musi pada peringhatan HUT Polair, Selasa (4/12) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guna menekan angka kriminalitas dan keselamatan di perairairan, Polisi Air dan satuan Polisi Udara (Polairud) Polda Sumatera Selatan meluncurkan aplikasi berbasis android guna mengontrol kondisi keselamatan di perairan Indonesia khususnya Sumatera Selatan.

Aplikasi bernama Sistem Administrasi Pendataan Kapal (SIAPEKA), dapat mendata siapa saja pemilik kapal, jenis kapal, nomor kapal, hingga keterampilan nahkoda.

Hal ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan kepada penumpang maupun menekan tindak kejahatan di perairan.

"Dengan adanya aplikasi SAIPEKA ini diharapkan aplikasi ini dapat digunakan sebaik-baiknya. Aplikasi ini juga menjadi upaya Kepolisian untuk mendata kapal yang beroperasi di wilayah perairan, utamanya kapal pengangkut penumpang, seperti speedboat," ujar Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalam acara syukuran HUT Pol Air, Selasa (4/12/2018).

Lanjutnya, sistem pendataan kapal ini berkaca pada kasus kecelakaan kapal di perairan, apa lagi dalam penyelidikan pihak kepolisian pada kasus laka banyak ditemukan kapal yang tidak sesuai standart.

"Banyak kapal yang mengalami kecelakaan di perairan, setelah dilakukan penyelidikan kapal tidak sesuai standart keselamatan, makanya kita selalu berupaya sinkronisasi dengan seluruh stake holder, seperti Basarnas, Dishub, dan lainnya," ujar Kapolda Sumsel tersebut.

Amankan Wilayah Sungai, Ditpolair Polda Sumsel Lakukan Patroli Setiap Hari

Polair Polda Sumsel Amankan Penambang Pasir Ilegal di Sungai Musi

Ditpolairud Sumsel Gagalkan Penyelundupan 135 Ton Minyak Ilegal

Hal serupa juga diungkapkan oleh Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Imam Thabrani.

Menurutnya, pentingnya pendataan terhadap kapal-kapal pengangkut penumpang semata-mata untuk keselamatan bersama, sehingga jumlah laka di perairan dapat diminimalisir.

"Kita berangkat dari forum keselamatan, tentang regulasi pendataan, memang belum ada regulasi mengatur tentang speedboat. Nyatanya banyak korban yang meninggal dalam laka bukanlah korban yang tidak bisa berenang melainkan yamg terjebak dalam kapal," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved