Kelas Bukan Kuburan Sepi dan Seram. Ciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan

Untuk menciptakan suatu pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan beberapa keterampilan mengajar.

Kelas Bukan Kuburan Sepi dan Seram. Ciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan
ayo mendidik - WordPress.com
Murid SD Pilih Buku di Toko Buku. 

SRIPOKU.COM - Dalam pembelajaran, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang memiliki berbagai macam latar belakang, sikap dan potensi yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap kebiasaan dalam proses pembelajaran.

Misalnya masih banyak peserta didik yang kurang semangat dalam belajar. Oleh karena itu guru dituntut untuk menciptakan dan membangkitkan semangat para peserta didik melalui model pembelajaran yang kreatif, dengan begitu anak didik akan lebih semangat dalam belajar dan dapat memotivasi mereka untuk belajar dengan sungguh sungguh.

Untuk menciptakan suatu pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan beberapa keterampilan, misalnya keterampilan mengajar.

Keterampilan mengajar sangat penting dan dapat menentukan kualitas pembelajaran. Keterampilan tersebut antara lain keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Di sini saya mau berbagi pengalaman tentang observasi saya pada waktu itu, saya observasi di sekolah MI. Azharyah Palembang yang beralamatkan di jln KH. Azhari 12 ulu. Disini saya mendapat banyak pengalaman dari mulai pertama mengamati siswa, mengawati cara guru mengajar, dan mengajar secara langsung disana. Ada seorang guru yang ketika masuk kelas dengan energik yang membuka kelas dengan 5 S , yaitu :

Salam, Senyum, Sapa, Santai, dan Sabar. Dan diiringi dengan senyum yang tulus.

Guru menyapa para anak didiknya dengan penuh energik dan begitu pula anak didiknya merespons dengan antusiasnya. Saya lihat ada siswa yang ribut, guru itu menggairahkan dengan ice breaking.

Guru itu memulai pembelajaran disertai dengan yel yel yang semangat, menurutku itu guru yang patut dicontoh dan ditiru seorang guru yang energik, bersahabat, dan memiliki strategi yang bagus.

Kelas itu bukan kuburan yang Sepi dan Seram. Tetapi kelas itu adalah tempat untuk peserta didik agar bisa mengekspresikan dirinya secara bebas dan terarah, maka pesan saya buatlah kelas menjadi dinamis dengan begitu akan tercipta budaya akademik yang baik.

Dan ada lagi yang membuatku terkesan, guru itu menenangkan muridnya dengan strategi bukan dengan gebrakan meja ataupun gebrakan papan tulis, tetapi dia memakai strategi untuk anak didiknya.

Dan pada saat penutupan observasi ada kepala sekolah yang bernama Kms. Junaidi,S.Pd yang biasa saya panggil pakjun, dia menceritakan pengalamannya tentang mengajar dengan model pembelajaran PAIKEM Dan Talking stick, kedua model ini dia gunakan pada saat mengajar sebuah model pembelajaran kreatif dan menyenangkan tak heran jika para peserta didik menjadi aktif dalam proses pembelajaran.

Dengan begitu, kita sebagai calon calon guru sebaiknya memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana anak belajar dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi lingkungan, dan juga mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan melalui model pembelajaran PAIKEM. ( Fathonah /1730201176/ Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved