News Video Sripo

Video Sriwijaya FC Belum Aman dari Degradasi,Ini Kata Pelatih Angel Alfredo Vera

Sriwijaya FC akhirnya membuka asa menghindar dari relegasi, usai menundukkan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sriwijaya FC akhirnya membuka asa menghindar dari relegasi, usai menundukkan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang Jumat (30/11/2018).

Tampil dihadapan publik sendiri, mereka menumbangkan tim berjuluk Naga Mekkes tersebut dengan skor 3-1.

Gol pertama dicetak oleh Esteban Vizcarra di menit ke-31. Namun, gol tersebut sempat dibasuh oleh tim tamu melalui tandukan Mauricio Leal di menit ke-43.

Beruntung, Alberto Goncalves berhasil menggandakan keunggulan untuk Laskar Wong Kito di menit ke-47. Kemenangan untuk tuan rumah dikunci oleh Manuchekhr Dzhalilov di menit ke-77, menyudahi pertandingan dengan skor 3-1.

Pelatih Sriwijaya FC Angel Alfredo Vera mengatakan, kemenangan tersebut berkat inisiatif untuk mendominasi pertandingan dari menit pertama. Beruntung, usai mencetak gol pertama, bola berhasil dikontrol dengan baik.

"Dan babak kedua kita untung bisa cetak gol cepat, dan nanti bisa cetak gol ketiga dan yang pasti bisa lebih tenang," ujarnya usai pertandingan.

Namun, pelatih berdarah Argentina tersebut belum mau menjamin tim yang ditukanginya keluar dari zona berbahaya. Sebab, mereka masih menyisakan laga pamungkas kontra Arema FC Minggu (9/12/2018) nanti.

"Kita tau (kemenangan) ini cuma satu kali dan masih sisa pertandingan terakhir, paling penting kita akan kerja keras sama seperti tadi, berusaha maksimal untuk berusaha dapat 3 poin agar selamat," jelasnya.

Dari torehan tersebut, Sriwijaya FC naik ke peringkat ke-15 lepas dari zona degradasi sementara. Selagi menunggu hasil pertandingan papan bawah lainnya, nasib mereka belum bisa ditentukan dengan pasti.

Sementara itu, Pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan mengatakan anak asuhnya sudah tampil baik di babak pertama, mengimbangi agresifitas tuan rumah. Namun di pertengahan, sirkulasi bola Sriwijaya FC meningkat sehingga menyebabkan beberapa lini mereka bocor.

"Ada satu perubahan dari sisi kecepatan sirkulasi bola dan variasi permainan bola cukup efektif dan tajam sehingga mulai 1-2 bocor. Itu hasil yang menurut saya bisa diterima," terangnya.

Pelatih yang akrab disapa RD ini menambahkan, anak asuhnya memang seolah menanggung beban di laga kali ini. Hal inilah yang membuat beban mereka menjadi berat dan permainan tidak lepas.

Ia mengatakan, hal inilah yang membuat anak asuhnya menjadi kurang maksimal. Sehingga mau tak mau mereka harus memperpanjang rekor mereka di laga tandang.

"Sepertinya ada satu beban sehingga ada sesuatu yang di babak pertama biasa tegasnya yang juga mantan pelatih Sriwijaya FC ini. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved