Berita Muaraenim

40 Anak Penyandang Masalah Sosial di Kabupaten Muaraenim Dilatih Keterampilan Kerja

Pemkab Muaraenim menggelar pelatihan keterampilan dan praktek kerja bagi anak-anak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.

40 Anak Penyandang Masalah Sosial di Kabupaten Muaraenim Dilatih Keterampilan Kerja
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Pemkab Muaraenim menggelar pelatihan keterampilan dan praktek kerja bagi anak-anak terlantar Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Muaraenim tahun 2018 di Hotel Griya Serasan Muaraenim, Kamis (29/11). 

Laporan wartawan sripoku.com,  Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Untuk menyiapkan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab Muaraenim menggelar pelatihan keterampilan dan praktek kerja bagi anak-anak terlantar Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Muaraenim tahun 2018 di Hotel Griya Serasan Muaraenim, Kamis (29/11/2018).

Menurut Ketua Pelaksana Indaria yang juga menjabat sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial bahwa maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan keterampilan dan meningkatkan kwalitas sumber daya manusia pada generasi muda guna memulihkan dan mengembangkan fungsi sosialnya supaya dapat hidup lebih mandiri.

Adapun pesertanya sebanyak 40 orang.

Sementara itu Bupati Muaraenim yang diwakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muaraenim Drs M Ali Rachman, bahwa kegiatan pelatihan keterampilan dan praktek kerja bagi anak terlantar Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial Kabupaten Muaraenim tahun 2018 ini, sejalan dengan nafas UUD 45, pasal 34 ayat 1, menyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Tahanan Polresta Palembang Mendadak Meninggal Dunia, Keluarga Kebingungan

Paksa Masuki Pagar DPRD Sumsel Beberapa Pendemo Diamankan. Ini 7 Tuntutan Buruh dan Petani

Untuk itu, Pemkab Muaraenim cukup tanggap terhadap anak-anak terlantar supaya mempunyai masa depan salah satunya adalah melalui kegiatan pelatihan keterampilan dan praktek kerja bagi anak terlantar.

Melalui keterampilan dan dan praktek belajar kerja ini diharapkan para peserta dapat memperoleh keterampilan dengan tujuan kedepan dapat hidup mandiri.

"Kepada peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh sungguh guna meningkatkan sumber daya manusia pada generasi muda demi memulihkan dan mengembangkan fungsi sosialnya," ujarnya.

Dikatakan Ali Rachman, kemiskinan merupakan bagian dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti pengangguran, keterbelakangan dan ketidak berdayaan.

Oleh karena itu, kemiskinan merupakan masalah yang penanganannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved