Wawacara Legenda Timnas Buyung Ismu: Jangan Salahkan Bima Sakti tapi yang Menunjuk Dia

Wawacara Legenda Timnas Buyung Ismu: Jangan Salahkan Bima Sakti tapi yang Menunjuk Dia

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Legenda Timnas Indonesia Buyung Ismu menguraikan 3 hal sebab gagalnya Timnas Indonesia diajang Piala AFF. Pertama seleksi pemain yang hanya berdasarkan data lama, minimnya pengalaman Bima Sakti dan kualitas kompetisi di Indonesia.

"Kalau Bima Sakti saya kira jangan salahkan dia, saya tahu Bima Sakti, Kurniawan adalah teman-teman saya, memang pengalamannya masih minim di Timnas maupun melatih klub, tetapi jangan salahkan dia, salahkan yang menunjuknya," ujar Buyung Ismu.

Kemudian cara merekrut pemain juga kadang-kadang hanya berdasarkan data lama dan hanya karena nama pemain ini di tahun-tahun sebelumnya pernah memperkuat Timnas.

"Padahal kita tidak tahu bagaimana kondisi terakhirnya bersama klub, bagaimana performanya, karena ada pemain yang timnya tengah terpuruk tetapi dia dipanggil. Itukan hanya berdasarkan hafalan saja, bukan dari hasil seleksi dan talent yang benar," ujarnya.

Kemudian faktor ketiga kualitas kompetisi, Buyung berharap kualitas kompetisi di Indonesia benar-benar dijaga, bagaimana kualitas wasit yang memimpin pertandingan dan lain sebagainya. "Kualitas kompetisi juga perlu diperhatian, baik itu kompetisi pemain usia muda maupun senior. Wasit juga bertanggung jawab menjaga kualitas kompetisi. Sebab kompetisi yang baik akan menghasilkan pemain yang baik," ujarnya.

Seperti diketahui, Buyung Ismu merupakan legenda Timnas, dia merupakan pencetak 3 hattrick dalam satu musim Liga Indonesia. Kemudian membawa Pelita Jaya juara Liga Galatama pada 1995. Buyung adalah legenda Timnas dan langganan dengan duet dengan beberapa striker beda generasi termasuk bersama Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Yang juga tidak dilupakan ada koleksi golnya dalam satu musim yakni mampu menembus 30 gol yang membuatnya sejajar dengan Ferry Sandria. Hingga kini belum ada satupun striker lokal yang mampu menembus koleksi 30 itu dalam satu musim. Kecuali striker asing Silvano Comvaliyus yang peranh melakukannya bersama Bali United di musim lalu.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved