Kota Pagaralam

Satu Sekolah di Pagaralam tidak Bersedia Memasilitasi Pemberian Vaksin MR. Diluar Sekolah Silakan

Belum ada kesepakatan antara sekolah dengan wali murid apakah anak mereka diperbolehkan untuk divaksinasi atau tidak.

Satu Sekolah di Pagaralam tidak Bersedia Memasilitasi Pemberian Vaksin MR. Diluar Sekolah Silakan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Wakil Walikota Pagaralam, Muhammad Fadli 

Laporan wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Tterkait belum tercapainya target vaksinasi Meales Rubella (MR), Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli menghadirkan beberapa Kepala Sekolah dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) serta pimpinan yayasan di Kota Pagaralam.

Sebagaimana diketahui, beberapa Kepala Sekolah dan pimpinan Ponpes ini dikumpulkan karena termasuk sekolah yang menolak dan cakupan MR-nya dinilai masih rendah.

Padahal per November 2018 cakupan vaksinasi MR di Kota Pagaralam belum mencapai target nasional 95 % dari 33,971 sasaran (anak perkelompok umur) baru 29,141 (85,78) persen yang sudah di vaksinasi MR oleh 7 Puskesmas yang ada di lima Kecamatan di Kota Pagaralam.

Sedangkan Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Nomor SR.02.06/MENKES/6g0/2018 bagi Kabupaten/ Kota yang cakupanya belum sampai target harus melanjutkan kampanye dan vaksinasi MR tersebut kepada anak per kelompok umur.

Namun sampai saat ini masih ada sekolah khususnya yang berbasis agama mengatakan bahwa sekolah tidak pernah melarang atau menolak agar siswa-siswi diberikan vaksinasi.

Namun belum ada kesepakatan antara sekolah dengan wali murid apakah anak mereka diperbolehkan untuk divaksinasi atau tidak.

Peserta Tes SKD CPNS Empatlawang Berubah dari 71 Menjadi 76 Orang

Banjir Kepung Kota Palembang, Halaman SDN 1 Palembang Tergenang Hingga 15 Centimeter

Apalagi dengan adanya polemik yang sempat menyatakan bahwa vaksin tersebut haram dan mengandung cairan babi. Jadi banyak orang tua murid ragu bahkan melarang.

Pengurus Yayasan Lantabur Kota Pagaralam, Evan mengatakan, pihaknya tidak bermaksud menentang apa yang menjadi program pemerintah terkait vaksin MR tersebut.

Namun selaku sekolah yang berpegang teguh dengan fatwa ulama, pihaknya tetap menolak untuk memfasilitasi siswa-siswi untuk divaksin MR di sekolah.

Halaman
12
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved