Guru Harus Pahami Prinsip Mengajar

Hari guru yang diperingati setiap 25 November menjadi momentum agar guru bisa bermanuver dengan pola pembelajaran berbasis teknologi. Khusus tahun

PALEMBANG - Hari guru yang diperingati setiap 25 November menjadi momentum agar guru bisa bermanuver dengan pola pembelajaran berbasis teknologi. Khusus tahun ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan mengajak para guru mengimplementasikan revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan.

Dalam momen ini pula, organisasi guru terbesar di Indonesia ini menggelar Seminar Nasional Kebangsaan yang berlokasi di gedung serbaguna PT. Pusri, Senin (26/11). Seminar ini diadakan sebagai rangkaian acara HUT ke 73 PGRI dengan mengangkat tema Wujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju indonesia cerdas berkarakter dalam revolusi industri 4.0.

Sekjen PB PGRI pusat, Dr M Qudrat Nugraha menjelaskan, revolusi industri menjadi tantangan bagi tenaga pendidikan dalam menciptakan perubahan kebutuhan tenaga kerja. "Maka dari itu untuk menghadapi semakin berkembangnya zaman, guru haruslah akan kaya inovasi saat mentransfer ilmu kepada siswa di bangku sekolah,"ujarnya di hadapan ribuan guru yang tergabung dalam PGRI Sumsel.

Lanjutnya, dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, setidaknya ada empat prinsip belajar yang harus dilakukan oleh guru dan siswa. Mulai dari Kreatif, komunikasi, kolaborasi, dan kognitif harus diterapkan dalam setiap proses belajar mengajar. "Tetap saja kejujuran dan ketekunan juga harus diterapkan baik dalam menjalankan tugasnya maupun pada seluruh siswanya. Karena kedua hal ini adalah kunci keberhasilan dalam berbagai hal," ungkapnya.

Dalam seminar kebangsaan ini juga menghadirkan beberapa narasumber lainnya seperti Anggota DPD RI periode 2009-2014, Gubernur Sumsel periode 1998-2003 Laksda TNI (purn) Rosihan Arsyad dan Komandan Militer Kodiklat Mabes TNI Kolonel Inf Sunarto MAP.

Selain itu juga dihadiri Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel H Widodo, perwakilan PT Pusri Ir Apep Kurnialy dan lain-lain. Usai acara, Zulinto berpesan agar guru senantiasa mengikuti isu dan menempa kapasitas diri agar lebih baik. "Kita harus ingat, sebagai guru tentu memiliki banyak halangan dan rintangan. Namun juga sebagai harapan bagi generasi ke depan," ungkapnya. (cr9)

Penulis: Yuliani
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved