Jokowi Soal Rendahnya Harga Sawit di Sumsel, Bunga Matahari Gantikan Sawit

Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan kepada masyarakat Sumatera Selatan terkait rendahnya harga jual kelapa sawit akhir-akhir ini yang mencapai

Jokowi Soal Rendahnya Harga Sawit di Sumsel, Bunga Matahari Gantikan Sawit
obatradangdannyeri.com
Biji bunga matahari. 

PALEMBANG - Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan kepada masyarakat Sumatera Selatan terkait rendahnya harga jual kelapa sawit akhir-akhir ini yang mencapai Rp 700 per kilogram. Penjelasan disampaikan Jokowi saat menghadiri acara evaluasi kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan sosialisasi penggunaan dana desa tahun 2019. Dalam acara yang digelar di Palembang, Minggu (25/11) itu, hadir para kepala desa dan seluruh perangkat desa dari berbagai desa di Sumatera Selatan.

Jokowi mengaku, sangat menyadari bahwa kelapa sawit merupakan komoditas yang diandalkan oleh masyarakat Sumatera Selatan, khususnya yang tinggal di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, Jokowi ingin memberi pengertian kepada masyarakat bahwa urusan kelapa sawit bukanlah hal yang mudah dan bisa dikontrol penuh oleh pemerintah. "Urusan sawit, CPO bukan urusan mudah. Tapi sebetulnya urusan bisnis, jualan," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, ekspor sawit ke Uni Eropa saat ini terhambat karena mereka juga kini tengah mengembangkan produk serupa lewat biji bunga matahari. Sebagai solusinya, Jokowi mengaku sudah meminta China untuk membeli produk kelapa sawit lebih banyak. "Saya minta Tiongkok beli lebih banyak. Saya minta tambahan. Ada tambahan 500.000 ton. Itu banyak sekali. Tapi belum memengaruhi harga pasar secara baik," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, kebun kelapa sawit di Indonesia paling besar di dunia dengan luas 13 juta hektar. Produksi tiap tahun 42 juta ton. Hal inilah yang juga membuat harga sawit kian tergerus. "Mengendalikan ini tidak mudah, karena ini perdagangan internasional. Oleh karena itu, tiga bulan ini saya sudah perintahkan agar (sawit) bisa dipakai untuk campuran solar," kata Jokowi.

Jika program biodiesel 20 persen (b20) berhasil, Jokowi meyakini hal ini bisa menaikkan harga kelapa sawit sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah. "Tapi ini tidak bisa singkat, butuh waktu setahun," ujar Jokowi.

Selaintu itu, Jokowi menekankan bahwa pemerintah tetap berupaya mencari solusi atas rendahnya harga jual karet. Menurut dia, nantinya karet yang diproduksi petani akan dibeli oleh Kementerian PU untuk kepentingan pengerjaan jalan.

"Kementerian PU akan beli langsung dari koperasi atau petani. Harganya kurang lebih 7500 sampai 8000. Ini harus Alhamdulillah disyukuri dulu. Nanti kita akan hitung-hitungan lagi," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo menegur petani yang mengampanyekan dirinya dalam Pilpres 2019. Peristiwa itu terjadi saat Jokowi sebagai Presiden RI menghadiri acara pembagian Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Palembang, Minggu (25/11/2018). Usai menyampaikan sambutannya, Jokowi memanggil tiga orang petani keatas panggung. Salah satu diantaranya adalah Bambang, petani karet. Bambang sempat curhat kepada Jokowi mengenai harga jual karet yang jatuh ke angka Rp 6000 per kilogram. "Kalau di tempat saya itu harganya cuma Rp 6000 pak, ya tolong dinaikkan pak," kata Bambang.

Jokowi menjelaskan kepada Bambang dan seluruh petani yang hadir bahwa karet adalah komoditas global. Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa mengontrol harganya. "Harga kita enggak mungkin bisa ikut campur," kata dia.

Setelah berdialog seputar harga karet, Jokowi memberi kesempatan kepada Bambang apakah ada hal lain yang ingin disampaikan. Bambang langsung menyerukan ajakan agar memilih Jokowi. "Tahun 2019 ada pemilihan presiden...," kata Bambang yang langsung dipotong Jokowi sebelum menyelesaikan kalimatnya. "Sebentar, jangan kampanye loh, enggak boleh," kata Jokowi. Bambang kembali menimpali. "Saya tidak kampanye, cuma mengajak saudara semua untuk mencalonkan Bapak Jokowi untuk kedua kalinya," kata Bambang disambut heboh riuh hadirin. "Nah ini kampanye. Enggak boleh loh. Kampanye begini enggak boleh," tegas Jokowi. "Enggak. Tapi pak, saya tidak membuat hoaks. Jadi terang-terangan. Apa yang dirasakan masyarakat Sumsel sudah kelihatan. Jadi ini bukan hoaks," timpal Bambang lagi.

Mendengar pernyataan Bambang itu, Jokowi sempat tertawa. Begitu juga para petani yang hadir. Setelah itu, Jokowi langsung menyudahi sesi dengan Bambang dan beralih ke petani lainnya yang juga sudah berada diatas panggung. "Sebentar, berhenti dulu, nanti makin kampanye ini," kata calon presiden nomor urut 01 ini. (kompas.com)

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved