Akan Berangkat ke Surabaya, Pesawat yang Ditumpangi Via Vallen Alami Kerusakan Mesin
Akan Berangkat ke Surabaya, Pesawat yang Ditumpangi Via Vallen Alami Kerusakan Mesin
Penulis: Shafira Rianiesti Noor | Editor: Sudarwan
Akan Berangkat ke Surabaya, Pesawat yang Ditumpangi Via Vallen Alami Kerusakan Mesin
SRIPOKU.COM - Sudah biasa naik pesawat namun mendadak Via Vallen bagikan pengalamannya yang cukup menegangkan.
Pantauan Sripoku.com dari instastory pribadinya @viavallen, Senin (26/11/2018), diketahui kejadian itu terjadi saat Via Vallen akan bertolak ke Surabaya.
Via Vallen terlihat sengaja memilih penerbangan di pagi hari yakni boarding (persiapan menaiki pesawat) sekitar jam 04.55 WIB.
Namun ternyata saat sudah berada di dalam pesawat, tepatnya pada jam 06.30 WIB seluruh penumpang diminta untuk turun dari pesawat.
Hal tersebut ternyata dikarenakan ada kendala di mesin pesawat yang akan ditumpangi oleh Via Vallen.
"Jam 06/30 kami dipersilahkan untuk turun dr pesawat dan kembali ke gate karena ada kendala di mesin pesawat.
Dan kami masih menunggu hasil observasi apakah mesinnya masih bisa diperbaiki dan kita tetep terbang pake pesawat ini, atau kami dipindahkan ke pesawat yang lain.
Jam segini mungkin seharusnya kami udah sampe di Surabaya, atau malah................
Alhamdulillah kami sangat bersyukur setidaknya kami tau kerusakannya sebelum kami terbang.
Kalo memang kami masih pake pesawat yang ini semoga teknisinya bener-bener serius memperbaiki kerusakannya agar kami semua bisa sampai di rumah masing-masing dengan selamat dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga.
Mau ganti penerbangan yang lain tapi udah pada penuh GA nya," tulis Via Vallen dalam unggahan instastorynya.

Atas kejadian tersebut, Via Vallen sangat bersyukur lantaran para kru bisa mendeteksi kerusakan pada mesin pesawat sedini mungkin.
Mendapati hal menegangkan itu, Via Vallen pun berharap agar kerusakan mesin pesawat yang hendak ia tumpangi bisa diperbaiki dengan baik supaya ia dan penumpang yang lain bisa sampai dengan selamat di kota tujuan mereka.
Belakangan ini trauma masyarakat Indonesia dengan alat transportasi udara memang belum sembuh benar.