Lapor Mang Sripo

Tak Terima Kios Dagangan Disegel

Saya Muhammad Imron (46) pemilik salah satu kios nomor 28 Pasar Rakyat Talangkelapa merasa didzolimi pihak PD Pasar tanpa konfirmasi kios saya menjadi

Tak Terima Kios Dagangan Disegel
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pasar Rakyat Talangkelapa yang bersebelahan dengan Kantor Lurah Talangkelapa Palembang. (foto sebelah kanan) M Imron pedagang Pasar Rakyat Talangkelapa yang kiosnya disegel. 

Saya Muhammad Imron (46) pemilik salah satu kios nomor 28 Pasar Rakyat Talangkelapa merasa didzolimi pihak PD Pasar tanpa konfirmasi kios saya menjadi salah satu yang disegel lantaran dinilai tidak aktif, per 1 November 2018.

Jelas kita kecewa dengan PD Pasar yang menurut kami tidak sesuai SOP. Mestinya dilakukan pemberitahuan dulu.

Bagaimana mau aktif kalau tidak didukung dengan sarana penunjang listrik dan air. Kalau leding PAM ATS pernah dilakukan pemasangan tapi diputus karena masalah pembayaran oleh PD Pasar. Listrik sejak itu diresmikan oleh Ibu Fitri Wawako 25 April 2017 belum ada pemasangan sama sekali. Hanya izin penyambungan sementara. Sejak Tim OPAL sidak aliran listrik diputus sekitar bulan Agustus 2017.

Sejak 1 November 2017 atau sudah setahun, Imron bersama seluruh pedagang di dalam tidak beraktivitas lagi. Inisiatif beberapa pedagang untuk berdagang di luar menjadi Pasar Pagi.

Kita ingin berjualan, hanya saja harapan kami para pedagang agar PD Pasar selaku pengelolah memenuhi sarana dan prasarana pendukung seperti listrik dan air. Jangan menuntut kewajiban pedagang dahulu. Sementara kewajiban PD Pasar belum dilaksanakan.

Untuk uang administrasi pertama kali Rp 200 ribu dan uang sertifikat Rp 200 ribu. Kemudian diminta untuk duit kunci berkisar kalau los Rp 2 juta, sedangkan kios di dalam Rp 3 juta. Lalu untuk kios di luar Rp 4 juta tanpa pemberitahuan dari PD Pasar. 

Seharusnya pengelolah memberitahukan kepada seluruh pedagang kalau itu memang ketentuan dari pusat. Kan data kita termasuk nomor telepon ada di arsip mereka. Kabarnya pihak PD Pasar akan menghubungi kami, namun hingga penyegelan ini tidak juga dihubungi. Kita semua yang berdagang ada 105 pedagang. 29 diantaranya memiliki kios, yang lainnya lapak.
08237284xx

Jawaban
Memang benar listrik dan PAM diputus. Masalah ini hampir di seluruh pasar makanya ini mau kita benahi, akan diperbaiki. Di situ kan ada paguyuban pedagang pasar yang dibentuk oleh mereka. Dua bulan yang lalu dikumpulkan, kita dengarkan apa keluhan kenapa tidak masuk. Kita janji 1 November harus masuk ke dalam. Ada surat pemberitahuannya. Mungkin ini ada yang tidak menerima.

Saya perintahkan agar kios pemiliknya tidak hadir agar disegel supaya nanti orangnya akan muncul. Pasar ini tanggung jawab untuk membina pedagang.

Kita tidak setuju kalau masih ada yang di pelataran parkir karena kita pemerintah telah menyediakan. Kita akan urus pengadaan air dan listrik tapi biayanya nanti ditanggung para pedagang. Ada kontribusinya ke PD Pasar Rp 5 ribu, duit kunci, pokoknya bayarnya yang jelas. Nanti seminggu parkir kita bebaskan, biar bersih, rapi.

Tidak boleh lagi ada yang ke preman. Kita tidak berpihak sebelah, kita membantu pedagang, apalagi dia yang sudah punya kios. (fiz)

Saipul
Kadis PD Pasar Palembang Jaya

Keterangan:
Jika Anda ingin menyampaikan keluhan, kritik dan saran tentang pelayanan publik, silahkan mengirimkan ke: SMS: 0811710188, Fax: 0711-447071, E-mail: sriwijayapost@yahoo.com, Facebook: Sriwijaya Post

====

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved