Berita Palembang

Madrasah Bakal Gelar Pre Test PPG untuk Penuhi Standar Kualifikasi

Tak hanya guru umum saja yang harus menjalani pre tes demi menunjang standar kualifikasi yang dipersyaratkan.

Madrasah Bakal Gelar Pre Test PPG untuk Penuhi Standar Kualifikasi
karirnews.com
Ilustrasi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tak hanya guru umum saja yang harus menjalani pre tes demi menunjang standar kualifikasi yang dipersyaratkan.

Namun guru madrasah pun wajib menuntaskan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Maka itu guru harus menyelesaikan sertifikasi guru sampai dengan tahun 2019 melalui Program PPG sesuai dengan jabatan.

Untuk di provinsi Sumsel sendiri, sesuai keputusan Kantor Wilayah Kementerian Agama akan menyelenggarakan pre tes PPG pada 24-25 November mendatang.

Baca: Solusi Penuhi Kekurangan Kuota CPNS, Pemerintah Keluarkan Permenpan No 61 Tahun 2018    

Hal ini disampaikan langsung oleh Drs. H. Khusrin selaku Kepala Pendidikan Madrasah Kawil Sumsel. Ia mengatakan pelaksanaan pre test pada lima titik lokasi tes di Sumsel.

"Semua guru yang sudah mengajar Minimal 2 tahun ke atas maka akan menerima Undangan sebagai peserta Pretest PPG Kemenag 2018. Insyaallah dilaksanakan selama dua hari di lima titik, yakni Kota Palembang, Muara Enim, Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu), OKI (Ogan Komering Ilir) dan Musirawas," ujarnya.

Sementara untuk penerimaan kuota masih bisa berubah sesuai keputusan pusat.

Baca: Pawai Pembangunan dan Karnaval HUT Muaraenim ke-72. Mobil Hias PTBA Buat Warga Kagum

Pola PPG pun ternyata lebih menguntungkan serta meringankan dibandingkan sistem terdahulu.

"Jumlah peserta mencapai 479 orang. Tapi untuk penerimaan saya belum bisa memastikan jumlah detailnya, karena pre test ini bersaaman berlangsung se-Indonesia. Dan program PPG, semuanya ditentukan oleh pusat. Sebelumnya PPG telah dilaksanakan waktu tahap pertama, beberapa bulan lalu, dan berlanjut," jelasnya

Meski keseluruhan peserta tidak bisa diprediksi dan dipastikan jumlahnya, namun data terakhir, untuk total guru yang tidak lulus tahap pertama di bulan Mei kemarin, yakni sebanyak 61 orang. Dan jumlah ini turut diakumulasi dengan test terbaru.

Baca: Pidato Prabowo Subianto Kembali Menjadi Trending Topik, Tagar Ojek Pahlawan Keluarga Jadi Unggulan

"Ada juga yang dari tahun 2017 belum lulus dan awal tahun ini. Jadi guru itu ada namanya ujian negara, dan yang tidak lulus ikut lagi. Mereka yang tak berhasil kembali ujian. Seperti sebelumnya, pakaian tes dutentukan pusat, tapi yang pasti harus rapi. Semuanya pusat mengatur, kita yang di daerah hanya membantu memonitoring," katanya

Kemudian untuk permasalahan akreditasi madrasah Sumsel sendiri, Khusrin pun belum bisa memastikan. Namun proses perkembangan dan penilaian akreditasi telah berjalan bahkan sudah di proses secara Nasional.

"Semoga saja hasilnya bisa memuaskan dan semua madrasah bisa terakreditasi," terangnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved