LIPI Mendata Kuliner Nusantara di Banyuasin

Pihak LIPI bersama Direktorat Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mendukung riset Kuliner Nusantara

LIPI Mendata Kuliner Nusantara di Banyuasin
ist
Dr. M. Alie Humaedi, M.A, M.Hum, 

LIPI Mendata Kuliner Nusantara di Banyuasin

Palembang, Sripo -- Pihak Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Direktorat Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) secara konsisten mendukung pengembangan riset industri kreatif bidang kuliner Nusantara khususnya di Banyuasin.

Salah satu kuliner yang dipamerkan di acxara HUT ke1331 Kota Palembang.
Salah satu kuliner yang dipamerkan di acxara HUT ke1331 Kota Palembang. (SRIPOKU.COM/DERYARDLI)

Kegiatan tesebut belangsung 23-25 November 2018 dalam Bimbingan Teknis Pendataan Kekayaan Kuliner Tradisional Secara Partisipatif kembali diselenggarakan di Desa Parit, Kec. Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Hal tersebut diungkap Dr. M. Alie Humaedi, M.A, M.Hum, Ketua kegiatan yang juga merupakan Peneliti Ahli Utama LIPI melalui rilisnya  yang dikirim  ke redaksi Sriwijaya Post.

Kegiatan tersebut menurut Alie Humaedi dalam rangka menggali kekayaan kuliner nusantara, dalam bentuk mengangkat dan mendata kuliner tradisional dari berbagai karakteristik geografis wilayah dan sosial budaya masyarakat yang beragam mulai dari Bandung, Wonogiri, Mempawah dan Makassar, termasuk lokasi berikutnya di Banyuasin Sumatera Selatan.

 Mengusung istilah pendataan partisipatif, kegiatan ini tidak hanya memberikan pembekalan materi dan penginputan data saja, melainkan adanya ekspedisi pasar tradisional dan live-in bersama masyarakat setempat.

Masing-masing peserta akan memiliki keluarga induk, dengan demikian peserta akan secara langsung diperkenalkan  dengan sajian khas tradisional keluarga dan masyarakat setempat.

Bekerja sama dengan Forum Indonesia Muda (FIM) Palembang, Sumatera Selatan, kegiatan ini akan melibatkan peserta yang berasal dari pelajar, mahasiswa, akademisi, praktisi dan pemuda di wilayah Palembang, Banyuasin dan sekitarnya.

Selain adanya pembekalan melakukan pendataan kuliner, kegiatan ini juga memberikan pelatihan penulisan Idea Concept Paper penelitian kepada para peserta sebagai bagian dari nilai tambah kegiatan ini.

Secara umum, kegiatan ini menargetkan adanya 3000 data kuliner yang kemudian akan tersimpan dalam ensiklopedia kuliner di portal www.ensiklopedi.dapurrakyat.id.

Adapun kegiatan ini tidak hanya mengangkat warisan budaya kuliner saja, tetapi merajut jejaring para generasi muda yang peduli terhadap kekayaan kuliner nusantara untuk dapat saling bersinergis dalam gotong royong bersama melengkapi data kuliner nusantara.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc, dalam beberapa kali kesempatan, menyambut gembira dan menyampaikan apresiasi terhadap tujuan dan kerjasama kegiatan Bimbingan Teknis Pendataan Kekayaan Kuliner Tradisional Indonesia di berbagai wilayahnya.

Ke depannya, diharapkan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif ini tetap berlanjut, dan meneruskan model kegiatan tersebut di berbagai wilayah lainnya.(sar)

====

Penulis: Salman Rasyidin
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved