Kenaikan UMP 2019, Perusahaan Jangan Tarik Ulur

Pemerintah telah menetapkan kenaikan UMP pada tahun 2019, mendatang sebesar Rp 2,804,453 atau naik 8,03 persen dari sebelumnya. Atas kebijakan itu,

Kenaikan UMP 2019, Perusahaan Jangan Tarik Ulur
SRIPOKU.COM/Wahyu Kurniawan
Para buruh yang melakukan aksi hari buruh Internasional beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah telah menetapkan kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP) pada tahun 2019, mendatang sebesar Rp 2,804,453 atau naik 8,03 persen dari sebelumnya. Atas kebijakan itu, perusahaan diimbau tidak melakukan tarik ulur.

"Pada Januari nanti kita akan lihat sistem kesehatan keuangan perusahaan tertentu. Dari situ akan kita kaji. Yang jelas kita minta perusahaan jangan tarik ulur dalam melaksanakan kebijakan ini," kata Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sumsel (SPSI), Aminoto di ruang kerjanya, Rabu (21/11).

Kenaikan UMP yang sudah di SK kan agar bisa berlanjut dan untuk Upah Minimum Kerja (UMK) dapat naik sebesar lima persen. Dan SPSI Sumsel akan berjuang untuk upah di tingkat sektoral. "Kita akan memberikan masukkan kepada dewan pengupahan untuk UMK nantinya, tetapi juga berdasarkan landasan upah layak," katanya.

Menurutnya, kenaikan UMP sangat berpengaruh kepada ekonomi masyarakat, dimana tingkat kebutuhan bisa tercukupi. Namun, SPSI juga akan terus mengawal setiap upah yang ada akan dibayar oleh perusahaan dan perusahaan harus fair dalam kebijakan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah. "Perusahaan akan kita kawal supaya mau membayar upah pekerja sesuai kebijakan,"katanya.

Lanjutnya lagi, Ia juga akan melihat kesehatan keuangan perusahaan. Nantinya satu Januari 2019 perusahaan harus membayar dengan ketentuan apabila tidak maka akan terkena Audit. Namun, kejujuran dari perusahaan tidak boleh tarik ulur pembayaran upah pekerja. "Cukup tidak cukup tergantung manajemen individu masing-masing, kita juga lihat keuangan perusahaan untuk membayar upah,"ujarnya.

Besaran UMP 2019 mendatang mengalami kenaikan sebesar Rp208.048. Artinya dari semula UMP 2018 hanya sebesar Rp2.595.994 menjadi Rp2.840.453. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 8,03 persen dari besaran upah yang diberikan 2018 ini dan penetapan ini berdasarkan kesepakatan dengan dewan pengupahan.

Penetapan ini sudah ada perhitungan sesuai dengan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan, dengan indikator untuk penentapan upah ini dilihat dari angka inflasi, PDB dan survei kebutuhan hidup laik di Sumsel, hasilnya presentase kebutuhan hidup laik di Sumsel lebih dari 100 persen. Jadi kemungkinan UMP 2019 sudah sesuai dan laik. (mg4)

====

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved