Berita Empatlawang

Harga Karet Rp 5 Ribu Per Kilogram. Petani : Harga Karet Tidak Seimbang Dengan Harga Kebutuhan Pokok

Petani karet di Kabupaten Empatlawang khususnya Kecamatan Tebingtinggi mengeluhkan rendahnya harga getah karet.

Harga Karet Rp 5 Ribu Per Kilogram. Petani : Harga Karet Tidak Seimbang Dengan Harga Kebutuhan Pokok
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Salah seorang petani menjual getah karet kepada pengepul di Kecamatan Tebingtinggi 

Laporan wartawan Sripoku.com, A Wijaya

SRIPOKU. COM, EMPATLAWANG -- Petani karet di Kabupaten Empatlawang khususnya Kecamatan Tebingtinggi mengeluhkan rendahnya harga getah karet.

Hal ini diungkapkan Subhan, salah satu warga Desa Mekarjaya yang memang menggantungkan penghasilannya dengan menjual getah karet.

Menurutnya harga karet nyaris tidak ada perubahan, belum lama ini baru merasakan menjual hasil getah dengan harga Rp 5000 per kilogram.

Baca: Demi Menyambung Hidup, 4 Artis Ini Tak Malu Jadi Pedagang, No 3 Punya Rumah 16 M dan Mobil Porsche!

Namun setelah ia menjual satu minggu kemudian, harga sudah turun lagi menjadi Rp 4.500 per kilogram.

Harga karet sangat tidak seimbang dengan harga kebutuhan bahan pokok di pasar seperti beras.

"Harga satu kilo beras hampir dua kilo getah karet, belum lagi kebutuhan yang lain harus kami penuhi," katanya kepada wartawan, Selasa (20/11/2018).

Baca: Sampai Rela Vakum dari TV, 5 Selebriti Pilih Mengasuh Anak Tanpa Babysitter di Rumah

Menurut Subhan, selain harga yang tidak menentu tantangan lainnya saat ini musim hujan di siang hari yang mengakibatkan petani tidak bisa panen getah.

"Musim penghujan ini jadi selain harga jual yang rendah, kami petani sering gagal mengumpulkan getah, karena getah tercampur air," katanya.

Petani lainya, Fauzan juga mengungkapkan anjloknya harga getah karet bukan hanya di tahun ini saja melainkan sudah beberapa tahun yang lalu sudah mengalami penurunan harga untuk mencukupi kebutuhan terpaksa mencari pekerjaan sampingan lain.

Baca: Ingin Tidur Lebih Nyenyak? Hindari Lima Makanan Berikut Ini

Sementara itu Sadat, salah satu pengepul getah karet yang ada di kecamatan Tebingtinggi, harga yang ia tawarkan ke petani itu memang sudah standar dan dalam batas kewajaran di kalangan pengepul.

"Memang harga sekarang ini mengalami penurunan, bukan kita saja yang ambil harga segitu, harga seluruh pengepul bahkan di Tebingtinggi juga ikut menurunkan harga belinya." katanya.

Penulis: Awijaya
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved