News Video Sripo

Kampung Ikan Hias Jadi Pilihan Mencari Ikan di Palembang

Kampung Ikan Hias Palembang kini telah menjadi kampung pembudidayaan berbagai jenis ikan hias

Laporan wartawan sriwiajaya post Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kampung Ikan Hias Palembang kini telah menjadi kampung pembudidayaan berbagai jenis ikan hias. Bahkan kampung yang diresmikan oleh Walikota Palembang, Harnojoyo pada bulan Januari lalu tersebut tidak hanya menjadi tempat budidaya saja tapi dibuat sebagai kampung wisata.

Kini terdapat dua kelompok pembudidaya yang satu kelompoknya terdiri dari 10 orang. Setiap kelompok bersinergi membentuk kampung ikan hias. Menurut Ican salah satu pembudidaya, kampung hias sejak diresmikan pemerintah kini telah menjadi tujuan wisata masyarakat Palembang. 

"Banyak yang datang tidak hanya mencari ikan tetapi Ada juga yang datang untuk sekedar berfoto atau bertanya-tanya mengenai jenis-jenis ikan. Bahkan yang terbaru mahasiswa datang melakukan penelitian," ungkapnya kepada Sripo, Selasa (20/11).

Dari banyaknya ikan yang dibudidayakan, ikan berjenis Koi, Koki, Golden Black, Pedang, Moli, Murble, Pupy hingga ikan hias dengan harga fantastis jenis Lohan paling diminati oleh masyarakat. Masyarakat lebih memilih membeli langsung ke pembudidaya karena harga beli termasuk lebih murah dibandingkan di pasar.

"Kami memang menjual ikan itu dengan jumlah partai besar. Biasanya agen atau orang pasar beli disini sekali banyak. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada yang datang cuma beli sedikit pasti kita kasih juga," jelasnya. 

Ican mengaku peminat ikan hias hingga hari ini terus bertambah. Pasarnya pun tidak terbatas, sebab ikan hias selalu menjadi primadona bagi siapa saja yang memelihara. Untuk dipanen pun cukup cepat, disbanding ikan kolam lainnya. 

"2-3 bulan sudah bisa di sortir untuk dijual. Kalau ikan kolam (gurame,patin,nila) lama bisa sampai 9 bulan baru dipanen. Ikan hias beda, dia banyak dicari. Jadi tidak perlu takut kalau sudah waktunya panen," ujarnya. 

Lokasi budidaya yang memamfaatkan wilayah rawa-rawa tersebut saat ini dianggap masih memiliki kendala. Salah satu kendalanya yakni, sistem pasang surut air. 

"Kalau kami kendala di sini air, karena budidayanya di rawa-rawa jadi tergantung pasang surut air. Ketika air surut maka masalahnya pasti air akan keruh, berkarat dan bau. Kendala ini sang at berpengaruh ke ikan, karena ikan akan stres," jelasnya. 

Dari kampung hias ini, masyarakat Kota Palembang semakin mengenal tempat budidaya kampung ikan hias. Sebelumnya, pemerintah Kota Palembang meresmikan kampung Ikan Hias tersebut untuk mengundang pelancong baik lokal ataupun mancanegara.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved