Berita Palembang

Atasi Kemacetan di Jembatan Ampera, Dirjen Perhubungan Darat Kaji Aturan Ganjil Genap

Masalah kemacetan di Kota Palembang terus dikeluhkan oleh masyarakat, bahkan di media sosial pun crowdednya arus lalu lintas

Atasi Kemacetan di Jembatan Ampera, Dirjen Perhubungan Darat Kaji Aturan Ganjil Genap
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Kendaraan memadati Jembaran Ampera 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Masalah kemacetan di Kota Palembang terus dikeluhkan oleh masyarakat, bahkan di media sosial pun crowdednya arus lalu lintas terutama saat pagi dan sore hari menjadi trending topic warganet.

Contohnya, seperti yang baru terjadi Senin (19/11/2018) sore kemarin, arus lalu lintas yang begitu padat membuat kemacetan semakin mengular di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga menunju Ke Jembatan Ampera dan begitupun sebaliknya.

Baca: Kalahkan Persela, Persija Dekati Tangga Juara, Berikut Klasemen Sementara

Pihak Kepolisian Lalu Lintas pun terpaksa harus menutup sejumlah ruas jalan dan mengalihkan arus lalu lintas yang hendak menuju ke kawasan Seberang Ulu dan sekitarnya.

Erwin, salah seorang warga Perumahan Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring meminta agar persoalan kemacetan yang kerap terjadi untuk segera dibuatkan solusi terbaik.

"Kami warga Seberang Ulu sebenarnya sudah lelah saat harus melintas di Jembatan Ampera setiap pagi dan sore, tapi mau tidak mau harus tetap dilintasi karena aksesnya cuma itu yang terdekat dari kantor saya di Sekip. Kalau ke Musi II terlalu jauh memutar. Kalau bisa ini ada solusinya, terkadang bawa motor pun masih kena macet," ujarnya, Selasa (20/11/2018)

Baca: Percaya Dengan Oknum yang Bisa Meluluskan Adiknya Masuk Bintara Polri, Uang Rp 266 Juta Melayang

Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan pihaknya telah mempertimbangkan soal pemberlakuan sistem ganjil-genap sebagai solusi memecahkan permasalahan kemacetan tersebut.

"Jangankan masyarakat, saya saja saat melintas dari Polda ke Cinde, Cinde ke Ampera, bebannya sudah cukup berat sekali, jalan sudah penuh. Untuk itulah, bisa saja diberlakukan ganjil-genap di Palembang tapi bagaimana skemanya nanti akan diatur," ungkapnya.

Baca: Irigasi Tak Dipenuhi Pemerintah, Warga Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Sebelum Garap Sawah

Menurut Budi, Kota Palembang sebagai salah satu Kota Besar di Indonesia, maka sudah saatnya untuk memikirkan manajemen rekayasa lalu lintas, apakah itu menggunakan sistem pembatasan dan lain sebagainya.

"Tapi untuk jenis rekayasa lalu lintas yang tepat akan juga dilihat dengan karakter jalan dan kondisi masyarakat. Rencana kami pekan depan akan kita turunkan tim untuk melakukan kajian. Kemungkinan ini akan memakan waktu 2-3 minggu setelahnya barulah akan kita paparkan dengan pemerintah daerah," tutup Budi.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved