5,9 Kg Sampah Plastik Ditemukan dalam Perut Paus

Pihak berwenang belum bisa memastikan penyebab kematian paus jenis Sperm wale yang terdampar di perairan Wakatobi,

5,9 Kg Sampah Plastik Ditemukan dalam Perut Paus
kompas.com/Ist
Tim gabungan tengah mengukur panjang bangkai paus di Perairan Wakatobi. 

 5,9 Kg Sampah Plastik Ditemukan dalam Perut Paus

 SRIPOKU.COM, KENDARI  --- Hingga saat ini,  pihak berwenang belum bisa memastikan penyebab kematian paus jenis Sperm wale yang terdampar di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Meski demikian, dalam perut paus sepanjang 9,6 meter tersebut ditemukan sampah plastik yang jumlah cukup besar yakni sekitar 5,9 kg

Karena itu aktivis dari Yayasan Lestari Alam Wakatobi, Saleh Hanan memperkirakan penyebab kematian paus itu karena sampah plastik.

Sebab, sampah plastik tak bisa dicerna oleh perut paus.

Berbeda dengan tulang ikan, meskipun keras namun tetap bisa dicerna.

"Sangat bisa karena sampah. Sampah plastik, kan, tidak terurai di perut paus dan beracun. Pencernaan terganggu, lalu mati," kata Saleh, dihubungi, Selasa (20/11/2018).

Berdasarkan pengalamannya selama ini, lanjut Saleh, paus itu kehilangan orientasi navigasi. Dirinya pernah melihat ada sabuk sampah membelah Laut Banda dari Timur Laut Sultra sampai tenggara Kepulauan Sula pada bulan tertentu.

"Karna kehilangan orientasi navigasi, paus tak mampu bedakan makanan dan non-makanan," terang dia.

Sebelumnya, warga di Desa Kapota, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, menemukan seekor paus dengan panjang 9,5 meter telah membusuk setelah terdampar di perairan itu.

Halaman
12
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved