Berita Palembang

Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Kebiasaan Ibu Muda yang tak Memberikan ASI Eksklusif pada Bayinya

Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Kebiasaan Ibu Muda yang tidak Memberikan ASI Eksklusif pada Bayinya

Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Kebiasaan Ibu Muda yang tak Memberikan ASI Eksklusif pada Bayinya
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Kebiasaan Ibu Muda yang tak Memberikan ASI Eksklusif pada Bayinya. Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 54 di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Sabtu (17/11/2018). 

Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Kebiasaan Ibu Muda yang tidak Memberikan ASI Eksklusif pada Bayinya

Laporan wartawan Sripoku.com, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 tahun di Sumsel dilaksanakan di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Karanganyar Gandus Palembang, Sabtu (17/11/2018).

Pada peringatan HKN ke 54 tersebut dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Gubernur Sumsel Herman Deru, Walikota Palembang, Harnojoyo dan perwakilan dari dinas kesehatan yang ada di Sumsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyoroti kebiasaan ibu muda tidak memberikan ASI eksklusif terhadap anak-anak.

Menurut dia, dekapan orang tua saat memberikan ASI kepada anak poin penting daripada memberikan ASI eksklusif terhadap anak.

"Sekarang ibu muda melakukan sedot ASI kemudian memasukannya ke dalam freezer. Saat butuh baru dikasihkan kepada anak. Ini salah, " kata Herman Deru.

Selain menyoroti tentang pemberian ASI, mantan bupati OKU Timur ini juga menyoal kondisi mobil ambulance.

Menurut dia, mobil ambulance harus wangi jangan bau obat dan sebagainya.

Sehinga kondisi mobil ambulance tidak seram.

"Bila perlu mobil ambulance dikasih parfum," kata Herman Deru.

Selanjutnya suami dari Hj Febrita Lustia ini meminta kepada dinas kesehatan yang ada di Sumsel untuk mengaktifkan posyandu.

Sehingga posyandu menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan.

"Percuma pangkat besar, uang banyak tapi kita sakit sakitan," kata dia.

====

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved