Berita Palembang

Satpol PP Hukum Siswa yang Bolos dengan Hapalan Pancasila, Ada Siswa yang Tak Hapal

Puluhan pelajar SMA dan SMP di Kota Palembang harus berjemur diterik matahari sambil menghadap tiang

Satpol PP Hukum Siswa yang Bolos dengan Hapalan Pancasila, Ada Siswa yang Tak Hapal
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Puluhan pelajar terjaring razia Satpol PP karena bolos sekolah dan dihukum hormat pada tiang bendera Merah Putih. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Puluhan pelajar SMA dan SMP di Kota Palembang harus berjemur diterik matahari sambil menghadap tiang bendera setelah bolos ke Warnet dan rental PS saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Tak hanya dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil hormat ke arah sang saka merah putih, salah satu pelajar yang tidak bisa menyebutkan sila-sila Pancasila juga harus dihukum push-up.

Parahnya lagi, bukan hanya tak mampu menghapal Pancasila, di Halaman Kantor Satpol PP Provinsi Sumsel, tempat para pelajar dikumpulkan untuk menjalani hukuman juga ada siswa yang tampilannya jauh seperti pelajar pada umumnya.

Baca: Video Gerakan Rakyat Peduli Keadilan (GRPK) Lahat Gelar Aksi Desak Bupati Lahat Dukung Pergub

Pelajar ini memiliki tindikan ditelinga dengan lubang berukuran besar melebihi lubang antingan di wanita pada umumnya.

Prilaku pelajar seperti ini tentu mencoreng dunia pendidikan di Kota Palembang.

Pihak sekolah dan wali murid dituntut lebih berperan aktif lagi dalam mengawasi tingkah laku siswa, agar apa yang dilakukan para pencari jati diri ini bisa dikontrol baik dilingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Baca: Berita Palembang: BI Goes to Campus 2018, Kenalkan Ekonomi Digital untuk Generasi Milenial

Kepala Bidang Penegakan Perda dan Pergub Satpol PP Provinsi Sumsel, M Ishak mengatakan, giat razia pelajar bolos ini merupakan salah satu upaya Satpol PP dalam rangka penegakan Perda No 2.

"Setelah kita razia pelajar bolos ini, selanjutnya mereka akan didata yang nantinya data-data tersebut akan kita serahkan ke pihak sekolah dan wali untuk selanjutnya dilakukan pengawasan lebih dan penindakan," jelasnya, Kamis (15/11/2018).

Baca: HUT ke-19 DWP OKU Selenggarakan Cerdas Cermat dan Lomba Tartil Alquran  

Dimana, siswa yang terjaring ada 46 orang, yang sebagian besar adalah pelajar SMA.

"Mereka yang kita amankan sebagian besar pelajar SMA, hanya beberapa siswa SMP yang turut kita amankan saat asik bermain warnet di jam sekolah," katanya.

Para siswa ini, kata Ishak sebagian besar diamankan di warnet-warnet yang berada dikawasan Sekip, Kandang Kawat, Veteran, Celantang, Bukit dan Puncak Sekuning Palembang.

Baca: Pompanisasi Sungai Belum Mampu Atasi Banjir, Warga Diharapkan Peduli Lingkungan

"Fungsi dari apa yang kita lakukan ini hanya sekedar mengingat, sehingga apa yang diharapkan pemerintah, bangsa dan orang tua terhadap siswa agar menjadi pemuda yang baik bisa terwujud. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, " jelasnya.

====

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved