Kepahlawanan

Semangat Milenial, Semangat Kepahlawanan

10 November sebagai hari pahlawan diperingati sebagai momentum mengenang jasa para pahlawan

Semangat Milenial, Semangat Kepahlawanan
ist
Ir. Sri Meliyana

Sentimen primordialisme juga cukup kuat mengemuka akhir-akhir ini di berbagai forum dan ruang publik.

Pemerintah tampak tidak konsisten menanamkan nilai dan semangat kepahlawanan, katakanlah melalui bentuk bela negara misalkan ataupun melalui kurikulum sistem pendidikan.

Pemerintah tampaknya masih terkesan latah terhadap laju perekonomian dan pembangunan infrastruktur di segala bidang, yang tidak diimbangi dengan akselerasi sentuhan ataupun indoktrinasi nilai dan semangat kepahlawanan dalam sendi kehidupan masyarakat, khususnya bagi para generasi milenial.

Dapat dilihat beberapa program pemerintah terkait, seperti revolusi mental atupun aksi bela negara yang sempat digalakan di awal-awal pemerintahan ataupun beberapa gagasan dan terobosan (program) lainnya, di mana dapat dilihat senyatanya saat ini "jalan ditempat", tanpa realisasi dan hasil yang konsisten dan berkelanjutan.

Rasanya beberapa program real pemerintah yang dapat diapresiasi, karena dapat menstimulate nilai dan semangat kepahlawanan, hanya terkesan basa basi (pencitraan) semata.

Begitupun dengan indoktrinasi nilai-nilai kepahlawanan di masyarakat saat ini, yang dibangun melalui sistem lembaga pendidikan, yang kian hari kian terasa longgar.

Karakter kebangsaan yang merupakan perwujudan dari fanatisme kepahlawanan, bukanlah menjadi barang wajib yang harus ada di dalam sistem (kurikulum) pendidikan.

Inilah fakta ironi hari ini, yang mungkin menjadi salah satu penyebab tradisi memori kepahlawanan di masyarakat kian hari semakin memudar dan terlupakan.

Padahal, jikalau ingin berkaca dan melihat negara lain, seperti Jepang misalnya, penetrasi nilai kepahlawan selalu dipupuk sedini mungkin salah satunya melalui sistem pendidikan, baik formal maupun informal.

Tabur bunga ke Makam Pahlawan/ilustrasi
Tabur bunga ke Makam Pahlawan/ilustrasi (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Begitupun di Amerika yang notabenenya sangat liberal dan individualistik, akan tetapi masih tetap bangga menceritakan kembali para tokoh bangsanya (pahlawannya).

Pada akhirnya sebelum menutup tulisan singkat ini, perlu kembali diresapi dan ditauladani nilai dan semangat kepahlawanan yang tetap harus ada dan dijaga dari waktu ke waktu, masa ke masa.

Realitas kekinian tentu tidaklah seberat dengan apa yang harus dilalui pada masa lampau, tentu hari ini kita tidak diperhadapkan dengan perjuangan melalui pertempuran seperti dahulu.

Namun, tanggung jawab dan tantangan hari ini, khususnya bagi generasi muda di era millenial saat ini, untuk dapat memberikan makna baru (redefinisi, reaktualisasi serta rekontekstualisasi) nilai dan semangat kepahlawanan.

Marilah selalu kita jaga dan tauladani semangat dan perjuangan para pahlawan. Selamat memperingati Hari Pahlawan !

Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved