Komunitas Film FISIP Universitas Sriwijaya Gelar Nobar Bongkar Tengkorak Bersama sang Sutradara

Komunitas film FISIP Universitas Sriwijaya, 24 Film, mengadakan acara nonton bareng film "Tengkorak". Acara ini bertempat di bioskop XXI

Komunitas Film FISIP Universitas Sriwijaya Gelar Nobar Bongkar Tengkorak Bersama sang Sutradara
ISTIMEWA
Komunitas film FISIP Universitas Sriwijaya, 24 Film, mengadakan acara nonton bareng film "Tengkorak". Acara ini bertempat di bioskop XXI Palembang Square dengan menghadirkan langsung sutradara film Tengkorak 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Komunitas film FISIP Universitas Sriwijaya, 24 Film, mengadakan acara nonton bareng film "Tengkorak". Acara ini bertempat di bioskop XXI Palembang Square dengan menghadirkan langsung sutradara film Tengkorak, Yusron Fuadi.

Film yang sudah tayang dibioskop pada 18 Oktober dan ditonton oleh 41.194 orang dalam kurun waktu 23 hari ini ternyata menyimpan begitu banyak cerita menarik, mulai dari Yusron yang menjadi sutradara sekaligus pemain dan penulis sampai waktu produksi film yang ternyata sudah digarap selama 3 tahun lamanya, tidak hanya itu laki-laki yang juga merupakan dosen Sekolah Vokasi UGM (Universitas Gajah Mada) ini juga menjelaskan bahwa orang-orang yang terlibat didalam film ini adalah mahasiswa aktif UGM.

Film tengkorak
Film tengkorak (ISTIMEWA)

"Film ini sejujurnya terinspirasi dari kitab-kitab agama yang ada, dan yang keluar di closing film tadi adalah perwujudan sosok yang ada didalam kitab suci tersebut sebagai peringatan kepada manusia untuk tidak merusak alam," ujar laki-laki yang kerap disapa Mas Yos ini. (12/11/2018)

Karen Novrelika, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa ada beberapa kendala yang didapatkan dalam acara ini. "Kendala pastinya ada, mulai dari registrasi itu sudah sedikit keteteran dan manajemen waktu," jelas gadis berambut panjang ini.

Acara yang dihadiri oleh 103 penonton dari berbagai macam kalangan ini diakhiri dengan sesi bongkar film Tengkorak bersama dengan sutradara film tersebut.

Nyayu Nadia Arianti, sebagai penonton mengatakan bahwa dirinya senang dapat nonton bareng dan bertemu langsung dengan sutradara film ini. "Lucu, horor, dan misteri didalam film ini nyampe banget ke penonton, tapi sayang ending filmnya gantung," tutur mahasiswi Poltekkes Palembang ini kepada Limass. (LIMASS/Naurah Lisnarini)

====

Baca: Rekaman Jejak Kevin Sanjaya, dari Terabaikan Hingga Menguasai Dunia

Baca: Banyak yang Gugur! Ini 3 Pilihan Keputusan Panselnas untuk Tes CPNS 2018, Masih Ada Kesempatan

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved