Berita Banyuasin

Ikan Salai Jadi Usaha Menjanjikan Warga Sungai Rengit Banyuasin, Namun Terkendala Peralatan & Tenaga

Usaha ikan salai menjadi salah satu usaha menjanjikan bagi warga Sungai Rengit Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.

Ikan Salai Jadi Usaha Menjanjikan Warga Sungai Rengit Banyuasin, Namun Terkendala Peralatan & Tenaga
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Tempat mengelola ikan Salai di Desa Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin Rabu (14/11/2017). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Usaha ikan salai menjadi salah satu usaha menjanjikan bagi warga Sungai Rengit Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin

Permintaan ikan salai dari luar daerah cukup tinggi, dan ikan salai ini juga menjadi sesuatu yang paling dicari oleh masyarakat pendatang saat berkunjung ke Banyuasin.

Hal ini diungkapkan oleh Hengki, Pemilik Ikan Salai Sanjaya.

Baca: Detik-detik Petinju Berusia 13 Tahun, Anucha Kochana Tewas Setelah KO di Atas Ring, Lihat Videonya

Hengki mengungkapkan, berbekal peralatan seadanya, omset yang diterimanya Rp 6 hingga Rp 7 juta setiap bulannya atau dapat meraup keuntungan bersih mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta setiap bulannya dengan dari pemesanan dari luar daerah.

"Yang biasa langganan pesan dari Tanggerang, Medan dan Bandung namun ada juga yang dari kota lainnya," ujar Hengki di bincangi Sripo, Rabu (14/11/2018).

Baca: 15 Menit Tim SAR Sampai ke Lokasi Bencana, Sesuai SOP Tanggap Bencana

Karena terkendala tenaga kerja dan peralatan memanggang, Hengki hanya mampu memproduksi 4 kali dalam setiap bulannya, dikarenakan waktu pemanggangan ikan yang tidak sebentar, atau membutuhkan wakti selama 5 hari dalam sekali pemanggangan.

"Lima hari baru jadi atau paling cepat 4 hari 4 malam, karena perlu pematangan secara menyeluruh pada ikan," ujar Hengki Rabu (14/11/2018).

Sekali produksi Ikan Salai yang kelola mencapai ratusan kilo Ikan basah dengan membutuhkan waktu 4 hingga 5 hari.

Baca: Berita Palembang: Terkena Banjir, Suzuki NSCB Berikan Chech Up Gratis

Dikatakannya dirinya menjual ikan Salai yang ia kelola Rp 90 ribu perkilo namun hingga saat ini hanya menyediakan ikan salai jenis patin dan lele.

"Adanya untuk sekarang ikan Salai Patin dan Lele, untul jenis ikan yang lainnya belum pernah mencoba," ujarnya.

Dikatakannya ikan yang biasa di Salai merupakan ikan yang tidak bersisik dan minim tulang sehingga mudah saat dikonsumsi. Namun dirinya juga membuka jasa pensalaian ikan dari berbagai jenis ikan sesuai permintaan pelanggan.

Baca: Toko Busana Muslim L Tru Diskon Pakaian Muslim di Akhir Tahun

"Kalau untuk jasa salai perkilonya Rp 7 ribu karena kita menggunakan bahan bakar yang tidak bergetah, sebab akan berpengaruh pada hasil Ikan Salai,"ujarnya.

Agar cepat dikenal masyarakat luar diringa memposting hasil Ikan Salai di Sosial media seperti IG dan Facebook.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved