Berita Palembang

15 Menit Tim SAR Sampai ke Lokasi Bencana, Sesuai SOP Tanggap Bencana

Wilayah Sumsel yang cukup luas dan memiliki potensi bencana, membutuhkan sinergitas dalam upaya penanganan tanggap bencana.

15 Menit Tim SAR Sampai ke Lokasi Bencana, Sesuai SOP Tanggap Bencana
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iriansyah didampingi Dir Kesiap Siagaan Basarnas Didi Hamzah yang menyematkan tanda kesiapan kepada peserta rakor di Hotel Santika Premiere Palembang, Rabu (14/11/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Wilayah Sumsel yang cukup luas dan memiliki potensi bencana, membutuhkan sinergitas dalam upaya penanganan tanggap bencana.

Terutama dalam penanganan kecelakaan pelayaran yang terjadi di Sungai Musi.

Maka itu perlu adanya sinergitas antara petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Palembang (Basarnas Palembang), TNI, Polri, dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang berada di wilayah Sumsel.

Baca: Kantor Wilayah Dirjen Pajak Sumsel dan Kepulauan Babel Sita Serentak Aset Penunggak Pajak

"Wilayah Sumsel ini luas dengan aliran Sungai Muaibyang panjang. Jadi banyak warga membutuhkan bantuan bila ada insiden. Kantor SAR itu tidak punya disetiap kabupaten, maka itu dari kita punya potensi SAR dari TNI, Polri dan BPBD," ujar Didi Hamzah, Dir Kesiap Siagaan Basarnas Palembang, pada saat rapat koordinasi (rakor) potensi SAR di Hotel Santika Premiere Palembang, Rabu (14/11/2018).

Didi mengatakan, dalam rakor ini salah satu hal mendasar yang dibahas yaknibterkait dengan kejadian musibah atau bencana apa saja yang sering terjadi.

Baca: Kasir Wanita Ini Ajak Office Boy Gelapkan Uang Iuran BPJS Ketenagakerjaan

"Baik sifatnya itu faktor alam, atau insiden lainnya. Maka itu memang perlu adanya kerjasama antar Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD yang ada di Sumsel," ujar Didi.

Kepala Kantor SAR/Basarnas Palembang Belty Dj Koaas mengatakan, ada dua koordinasi dimanfaatkannya yakni secara pemetaan dan praktis, yang tujuannya satu yakni kekompakan sebuah tim gabungan yang bisa dilihat didengar dan dirasakan.

Baca: Hadapi PS Tira, Alfredo Instruksikan Style Sriwijaya FC Tetap Sama

Kekompakan ini dapat dilihat dari kesamaan pola kerja maupun pola pikir. Karena Basarnas tidak bisa bekerja sendirian menghadapi Sumsel dengan wilayah seluas 10 ribu km. Dikarenakan
Basarnas hanya ada di Palembang, Banyuasin, Musirawas dan Pagaralam. Jadi memang perlu koordinasi guna memantapkan kerja SAR.

"Sesuai SOP dalam menghadapi setiap kejadian, Basarnas harus 30 menit prepar, sehingga dalam waktu 15 menit sudah di lokasi, tentu tergantung jarak dan situasinya," ujarnya.

Baca: Garuda Indonesia Group Ambil Alih Pengelolaan Operasional Sriwijaya Air & NAM Air

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, sebagai salah satu badan SAR kedepannya mesti lebib siap akan setiap kejadian, karena musibah disuatu tempat tidak bisa diketahaui kapan terjadi.

Jadi mulai dari bagaimana mengantisipasinya, sosialisasi, hingga penanganan yang tepat. "Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus ada kerja sama dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved