Hari Pahlawan - Sosok Kepahlawan Kebangsaan Dikuatirkan Memudar dalam Ingatan Generasi Milenial

Sosok pahlawan kebangsaan dikuatirkan memudar dalam ingatan generasi milenial. Dikuti dari Kompas (5/11/2018), generasi milenial lebih lancar mencerit

Hari Pahlawan - Sosok Kepahlawan Kebangsaan Dikuatirkan Memudar dalam Ingatan Generasi Milenial
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Ilustrasi - Sejumlah siswa SMP Assanadiyah Palembang menggelar Wisata Duha melakukan ziarah ke Makam Pahlawan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Senin (10/11/2014). Mereka didampingi guru membersihkan dan berdoa kepada arwah para pahlawan yang telah gugur membela tanah air. 

SRIPOKU.COM - Sosok pahlawan kebangsaan dikuatirkan memudar dalam ingatan generasi milenial. Dikuti dari Kompas (5/11/2018), generasi milenial lebih lancar menceritakan kisah superhero ciptaan industri daripada sosok pahlawan bangsa.

Mereka cenderung lebih mengagumi pahlawan super seperti dalam tokoh-toko fiksi Avenger daripada sosok pahlawan bangsa seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Pattimura, Cut Nyak Dien dan lainnya.

Pengajaran sejarah pahlawan monoton
Salah satu sebab, menurut sejarawan Universitas Indonesia (UI), Bondan Kanumoyoso, adalah cara kita memaknai pahlawan bangsa masih meninggalkan jurang lebar dengan realitas kaum milenial.

"Pelajaran sejarah hanya berhenti pada glorifikasi masa lalu yang tidak relevan dengan masa sekarang," jelas Bondan.

Ia menambahkan, ini terjadi karena sejarah yang disampaikan di sekolah masih menekankan pada penanaman nilai dan hafalan saja belum pada penanaman sikap kritis. Akibatnya, pelajaran sejarah menjadi tidak menarik dan tidak menyentuh persoalan konkret masyarakat.

Manfaat mengenalkan Hari Pahlawan
Menurut forum Sahabat Keluarga Kemendikbud sebenarnya ada banyak manfaat saat kita mengajarkan nilai kepahlawanan kepada anak. Manfaat yang dapat dapat diambil di antaranya:

1. Anak akan lebih giat belajar
Tokoh-tokoh besar Indonesia dalam memperjuangkan bangsa Indonesia terlebih dahulu berjerih payah dalam belajar. Beberapa di antaranya menguasai bahasa asing untuk dapat berdiplomasi dengan baik.

Seperti Agus Salim yang menguasai beberapa bahasa asing. Tidak hanya itu, mereka sangat gemar membaca buku. Seperti mantan Presiden Soekarno.

Ini penting karena kebutuhan belajar anak sejak dini haruslah tinggi untuk menjadi bekal yang cukup saat dewasa nanti.

2. Menumbuhkan persatuan
Para pahlawan berasal dari berbagai wilayah dan pulau yang berbeda. Meskipun begitu, mereka memiliki semangat persatuan yang sama, yaitu mewujudkan Indonesia merdeka.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved