Berita Palembang

Gelar Festival Kopi di Griya Agung, Herman Deru Ajak Warga Bangkitkan Cita Rasa Kopi Khas Sumsel

Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai provinsi yang memiliki lahan kebun kopi seluas 250 ribu hektare dan sebagai pemasok kopi terbesar di Indonesia.

Gelar Festival Kopi di Griya Agung, Herman Deru Ajak Warga Bangkitkan Cita Rasa Kopi Khas Sumsel
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyeruput kopi saat pembukaan FKR Sumsel 2018 di Griya Agung, Sabtu (10/11). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai provinsi yang memiliki lahan kebun kopi seluas 250 ribu hektare dan sebagai pemasok kopi terbesar di Indonesia.

Lima daerah yang menjadi pemasok kopi terbesar adalah Lahat, Muaraenim Semendo, OKU Selatan, Empat Lawang dan Pagaralam. 

Maka dari itu Pemerintah Provinsi Sumsel mengadakan kegiatan Festival Kopi Rakyat Sumsel 2018 di Griya Agung, dengan 27 peserta dari tujuh Kabupaten/Kota yang ada dan ber tagline “Beli, bela, minum kopi kita Sumsel”. 

Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Kapolda Sumsel Zulkarnain Adinegara saat mencicipi kopi asli Sumsel.
Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Kapolda Sumsel Zulkarnain Adinegara saat mencicipi kopi asli Sumsel. (SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN)

Baca: 9 Kode Rahasia WhatsApp, Bisa Pantau Lokasi Pasangan Selama 24 Jam hingga Buat Tulisan Super Unik

Baca: Berita Muba: Dinilai 17 Media Nasional, Dodi Reza Alex Raih Best Communicators 2018 Kategori Bupati

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa hampir tidak pernah kata kopi itu hilang, bahkan lebih dahsyat daripada kata cinta. Kalau kata kopi pasti ada setiap hari itulah dahsyatnya kopi, ketika dibangunkan saja saya dibangunkan dengan aroma kopi oleh istri tercinta.

“Itulah dahsyatnya kopi, saya saja dibangunkan dengan aroma kopi dan saya tahu yang mana kopi buatan istri yang mana buatan orang lain,” Jelasnya saat Pidato, Sabtu (10/11).

Alasan apalagi kita tidak mendukung kopi Sumsel yang sangat luar biasa ini, lihat saja kekuatan kopi dimana-mana. Robusta maupun Arabica khas Sumsel itu sungguh luar biasa, namun sayang masih kurang cara pengelolaan.

“Saya mencari tahu kenapa robusta dan arabica asli Sumsel kalah saing padahal kualitasnya bagus, ternyata orang tahu pengolahan kopi di Sumsel kurang baik,” Ujarnya.

Maka dari itu, kita ajak mereka berbenah mengelola kopi dengan cara yang baik dan benar serta kebersihan kopi. Sebelum mengolah langkah selanjutnya kita harus kasih pengetahuan dan pelatihan cara mengolah kopi yang baik, untuk cita rasa kopi tergantung cara mengolahnya dan kita harus mencari cita rasa kopi khas Sumsel.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved