Berita OKU Timur

Gubernur Sumsel Herman Deru Larang Angkutan Batu Bara Lewat Jalinsum, Pengguna Jalan Mengaku Lega

Para pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) serta masyarakat yang ada di sekitar ruas Jalan Lintas Sumatera merasa lega

Gubernur Sumsel Herman Deru Larang Angkutan Batu Bara Lewat Jalinsum, Pengguna Jalan Mengaku Lega
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Ruas jalan lintas tengah di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, terlihat lengang, Jumat (9/11/2018) pagi. Biasanya dipenuhi dengan angkutan batu bara. 

Berita OKU Timur: Gubernur Sumsel Larang Angkutan Batu Bara Melintas Jalinsum, Pengguna Jalan Merasa Lega

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Para pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) serta masyarakat yang ada di sekitar ruas Jalan Lintas Sumatera merasa lega dan nyaman pasca dikeluarkannya Pergub tentang larangan angkutan batu bara melintas di ruas jalan umum oleh Gubernur Sumsel Herman Deru beberapa waktu lalu.

Dengan adanya larangan truk batu bara melintas di ruas jalan umum tersebut maka otomatis pengguna jalan maupun masyarakat yang akan berpergian merasa lebih nyaman.

Angkutan batubara saat melintas di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Kecamatan Merapi.
Angkutan batubara saat melintas di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Kecamatan Merapi. (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

Baca: Berita Palembang: Dishub Sumsel akan Sisir Truk Angkutan Batu Bara Nakal dalam Operasi ODOL

Baca: Soal Angkutan Batubara, Gubernur Herman Deru Tawarkan Win Win Solution

Baca: Angkutan Batubara Tiarap Pengusaha dan Sopir Angkutan Batubara Mulai Cemas

Selain itu jarak tempuh juga akan semakin dekat mengingat selama ini pengguna jalan mengalami kesulitan ketika bertemu dengan angkutan batu bara yang sedang berkonvoi.

Puluhan IRT warga Desa Arahan, Lahat, protes terhadap angkutan batubara lantaran debu pengangkutan berdampak ke warga, Kamis (19/7/2018).
Puluhan IRT warga Desa Arahan, Lahat, protes terhadap angkutan batubara lantaran debu pengangkutan berdampak ke warga, Kamis (19/7/2018). (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

"Angkutan batu bara setiap berjalan selalu bersama-sama mereka tidak pernah memikirkan pengendara lain. terkadang batu bara berjatuhan dari bak mobil dan mengenai pengendara lain yang ada di belakang mereka tidak berpikir Resiko yang akan dialami pengendara di belakangnya," ungkap Anto warga Waykanan ketika ditemui di Pasar Martapura, Jumat (9/11/2018).

Menurut Andi angkutan batu bara tidak pernah memberi celah kepada pengendara lain yang akan memotong maupun yang berpapasan mereka selalu mengambil barang Jalan Sesuka Hati sehingga sangat mengganggu pengendara.

Dengan adanya larangan melintasnya angkutan batu bara di jalur tersebut kata dia, maka banyak masyarakat yang ada di sekitar ruas jalan lintas maupun pengguna jalan mulai merasa lega karena risiko kecelakaan semakin rendah.

Aldi Yulian(17) warga Desa Keban Agung, Muaraenim, yang dibonceng oleh Deki Perdana (22) warga Desa Sintuak, Kecamatan Sintuak Tombol Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, menggunakan motor Vega BG 6264 DAA, yang bertabrakan dengan truk batubara BG 86CD DC yang dikemudikan Arzani di jalan lintas Baturaja, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Rabu (1/8).
Aldi Yulian(17) warga Desa Keban Agung, Muaraenim, yang dibonceng oleh Deki Perdana (22) warga Desa Sintuak, Kecamatan Sintuak Tombol Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, menggunakan motor Vega BG 6264 DAA, yang bertabrakan dengan truk batubara BG 86CD DC yang dikemudikan Arzani di jalan lintas Baturaja, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Rabu (1/8). (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Baca: Mulai 8 November Angkutan Batubara Harus Lewat Jalan Khusus. Ini Sanksi Tegasnya Jika Melanggar

Baca: Dukung Kebijakan Gubernur Soal Angkutan Batubara, Yulizar Ajak Ormas Lain Awasi Pelaksanaannya

Baca: Sambut Baik Kebijakan Soal Angkutan Batubara, Komisi IV Ungkap Pelanggaran Perda lainnya

"Debu angkutan batubara ke mana-mana sangat mengganggu warga. Debu hitam yang ditimbulkan oleh angkutan membuat masyarakat terkena penyakit tidak ada yang bertanggung jawab mudah-mudahan sekali hentikan ini tidak ada lagi angkutan batubara yang melintas Terimakasih bapak Gubernur," katanya.

====

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved