Baru Dulang 3 Medali, Kontingen Sumsel Incar Emas di Kejurnas Rowing 2018

Kegagalan anak asuhnya dalam meraih medali emas menurut Asrul bukan persoalan teknik yang dimiliki anak asuhnya.

Baru Dulang 3 Medali, Kontingen Sumsel Incar Emas di Kejurnas Rowing 2018
SRIPOKU.COM/RESHA
Satu dari sekian partai lomban Canoe dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Olahraga Dayung Canoe dan Rowing 2018 di Venue Dayung Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Selain Kanoe/Kayak dan Rowing, 

Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- -Kontingen Sumatera Selatan belum berhasil mendulang medali emas di cabang olahraga (Cabor) Rowing (Dayung) di Kejuaraan Nasional Rowing 2018 yang dihelat di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, 8-10 November. Hingga Jumat (9/11/2018), mereka baru membukukan 1 medali perak dan 2 medali perunggu.

Pelatih Dayung Sumsel Asrul Sani mengatakan, Sumsel masih memiliki peluang untuk medali emas pada hari terakhir Sabtu (9/11/2018) nanti. Diantaranya nomor Single Sculls Putra, Double Cross Putri Open dan beberapa nomor lainnya yang telah mendapat tiket ke babak final itu.

Asrul mengakui bahwa kontingen Sumsel gagal pada nomor Kayak dan Canoe yang sebelumnya ditargetkan emas. Di dua nomor tersebut, tuan rumah hanya mampu meraih perak dan perunggu.

Menurut Asrul, hal ini karena tidak adanya Training Camp (TC) atlet sebelum Kejurnas berlangsung dan ditambah lagi dukungan keuangan untuk para atlet kurang.

"Kalau latihan bisa sesuaikan, kita memang terus latihan tapi pertama kita tidak ada TC kemudian budget karena pakaian seragam saja untuk pertandingan tidak ada, jadi anak-anak kurang fokus," terangnya.

Kegagalan anak asuhnya dalam meraih medali emas menurut Asrul bukan persoalan teknik yang dimiliki anak asuhnya. Bahkan, Asrul menyebutkan kemahiran anak asuhnya sejajar dengan atlet lainnya dari provinsi lain yang berpartisipasi di Kejurnas 2018 ini.

"Kami berharap ada perhatian sedikit dari pihak terkait untuk atlet-atlet ini. Apalagi kita akan banyak agenda untuk tahun-tahun mendatang. Terdekat adalah Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) dan Pra-PON (Pekan Olahraga Nasional) yang pasti membutuhkan persiapan yang matang," jelasnya.

Sementara itu, Kadispora Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo mengatakan Kejurnas Rowing 2018 ini merupakan agenda yang digelar pasca Asian Games kemarin. "Inilah bentuk awal dari kegiatan pasca multievent kemarin dan mudah-mudahan selanjutnya akan digunakan untuk TC Pelatnas di JSC," ujarnya.

Dari Kejurnas ini, akan terjaring atlet-atlet lokal,terutama untukn di Sumsel. Kejurnas ini adalah ukuran bagaimana pembinaan dilaksanakan dan dari kompetisi inilah, pihaknya dapat mengukur kemampuan para atlet.

"Jadi sudah terlihat, muncul bibit-bibit Sumsel baik putra maupun putri di nomor dayung ini. Alhamdulillah hasil pembinaan bisa dilihat dari kompetisi-kompetisi ini," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PODSI Budiman Setiawan menyayangkan jika ada provinsi yang tidak mengirimkan atletnya di Kejurnas ini. Padahal, Ia mengatakan bahwa Kejurnas ini sebagai ajang pembibitan atlet secara berjenjang yang akan ikut dalam PON hingga event internasional mewakili provinsi masing-masing.

"Banyak yang tidak ikut karena terkendala biaya. Oleh sebab itu harapan kita Pemda khususnya Gubernur bisa mengirimkan atletnya di kejuaraan nasional. Karena kalau tidak dikirim bagaimana kita mengevaluasi, karena ini kejurnas dan resmi," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved