Berita Palembang

Guru dan Siswa SDN 226 Palembang Asyik Bermain Permainan Tradisional

Sejumlah siswa dan guru berhamburan di halaman sekolah dan mula memainkan permainan tradisional yang lazim dilakukan anak-anak

Guru dan Siswa SDN 226 Palembang Asyik Bermain Permainan Tradisional
SRIPOKU.COM/YULIANI
Para guru dan Siswa SDN 226 Palembang Saat Asyik Bermain Permainan Tradisional, Kamis (8/11/2018). 

Ada sepuluh macam permainan tradisional yang dikenalkan kembali pada siswa seperti yeye (permainan lompat karet), kelereng, engrang, bakiak dan lain sebagainya.

"Karakter yang dapat dibentuk dalam permainan tradisional ini yakni kejujuran, kerjasama, menghormati teman, keberanian dan lain sebagainya. Semuanya sangat bermanfaat bagi anak-abak dalam masa perkembangan,"ujarnya.

Ditambahkannya, di Sumsel sendiri ada tiga sekolah yang menjadi sasaran realisasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan ini, yakni SDN 55, 109 dan 226 Palembang.

Baca: Kuota CPNS Daerah & Instansi Sumsel Terancam Tak Terpenuhi. Ini Langkah Bijak BKN, Ada Kesempatan!

"Kami harap setiap sekolah bisa melestarikan permainan tradisional ini. Luangkan waktu sejenak untuk tidak memegang gadget dan mengajak anak bermain permainan tradisional," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 226 Palembang Hj. Yalestyawati ,S.Pd, M.Si. mengatakan, permainan tradisional sangat bermanfaat, diantaranya mengembangkan kemampuan bersosialisasi karena selalu dimainkan bersama-sama, mengasah kemampuan kognitif anak, sekaligus melatih kemampuan motorik kasar dan motorik halus.

“Lewat permainan tradisional anak pun belajar bekerja sama dan kejujuran,” ujarnya.

Baca: Jika Andalkan 2 Laga Kandang Nilai Sriwijaya FC Setara PSMS, Tim Rahmad Darmawan Diuntungkan

Ia pun berharap bahwa permainan tradisional bisa ditetapkan sebagai kurikulum dalam muatan lokal.

"Muatan lokal sebenarnya ini cukup efektif untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Setiap pekan bisa berganti, minggu ini permainan apa, minggu depan apa, dan ini bisa mengembangkan permainan itu sendiri," ungkapnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved