Berita Palembang

Demi Kemanusian Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Pembakaran Lahan Bisa Diawasi

Tak ingin peristiwa kabut asap yang parah di tahun 2015 kembali terulang, pemerintah bersama instansi berwenang terus gencar mengawasi

Demi Kemanusian Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Pembakaran Lahan Bisa Diawasi
SRIPOKU.COM/YULIANI
Kepala seksi operasi Korem 044 Gapo, Letkol Andik Siswanto saat menjelaskan dampak Karhutla dalam acara Publikasi Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel di Peninsula Hotel, Kamis (8/11/2018) 

"Sebenarnya dilema juga. Kita larang buka lahan dengan dibakar tapi tampaknya masyarakat kurang pangan karena bergantung pada padi sonor. Tinggal nanti bagaimana realisasinya saja," terangnya.

Sementara itu, Tri Prayogi selaku kepala Kadaops Manggala Agni OKI menambahkan, memang saat ini belum terlihat manfaat kanalisasi yang dianjurkan pemerintah untuk menjadi solusi dilarabgnya pembakaran lahan.

Hanya saja belum bisa dirasakan sekarang dan untuk jangka panjang. "Kanal ini karena sudah melalui kajian teknis.

Baca: Video Ciptakan Pemilu Damai 2019 dan Tangkal Hoax

Jadi pasti akan ada dampaknya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga ke depan tidak ada lagi yang membuka lahan dengan dibakar," jelasnya.

Meskipun kasus Karhutla dan titik hotspot menurun, yakni dari 14.226 di tahun 2015 menjadi 824 di 2018
untum kabupaten OKI, namun pihaknya tetap antisipasi agar tidak meluas lagi.

"Program kita yang sedang digencarkan yakni patroli, pemadaman, penyuluhan masyarakat, dan pembentukan masyarakat peduli api (MPA). Untuk di Sumsel sendiri sudah ada 4 daerah yang punya Daerah operasi (Daops) yaitu OKI, Lahat, Muba dan Banyuasin," ujarnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved