Berita Lahat

Angkutan Batubara 'Tiarap' Pengusaha dan Sopir Angkutan Batubara Mulai Cemas

Pengusaha angkutan terpaksa memarkirkan truk batubara lantaran dilarang melintasi jalan umum.

Angkutan Batubara 'Tiarap' Pengusaha dan Sopir Angkutan Batubara Mulai Cemas
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Truk milik salah satu transportir dikandangkan pasca pelarangan melintas jalur umum. Jalan lintas tepatnya di Desa Ulak Pandan Sepi dari angkutan batubara dan jalan Servo milik PT Titan. 

Dikatakan Igus, jalan Servo milik PT Titan yang diwacanakan pemerintah juga tidak jelas dan sejauh ini belum ada angkutan yang selama ini menggunakan jalan umum melintas disana.

"Ya kita minta ada solusi dari pemerantah. Jangan langsung menyetop mungkin ada kebijakan pengurangan tonase dan jam kenerangkatan. Kalau begini mati total, "pintanya, seraya berujar kasihan juga dengan para sopir yang hilang mata pencaharian.

Hal senada juga disampaikan Humas PT Salam Sriwijaya Sukses, Popi Sulaiman.

Baca: Volume Sampah Lampaui Kapasitas TPS, Sampah Sampai ke Badan Jalan Protokol Sebabkan Macet

Diakui Popi, angkutan milik perusahaan stop total. Tidak ada aktifitas angkutan sama sekali hanya saja, perusahaan batubara yang biasa diangkut sebagian menggunakan angkutan kereta api.

"Yo katek lagi usaha kito. Selama ini kita bergantung dari kerja sebagai sopir angkutan batubara. Sekali angkut kita dapat Rp200 ribu. Kalau distop gak tahu mau kerja apa. Bagaimana kita cukupi kebutuhan keluarga dan untuk anak sekolah, "ujar Eko, salah satu sopir angkutan batubara.

Terpisah, Doni, ketua Harian Persatuan Angkutan Batubara Sumsel dari empat Kabupaten yakni Pali, Prabumulih, Muara Enim, Lahat membawahi sekitar 1500 unit armada angkutan, menegaskan terpaksa menghentikan angkutan.

"Saat ini kita tidak operasi dan semuanya dikandangkan," ujar Doni.

Diungkapkannya bahwa bila tidak ada perhatian maka demi keadilan pihaknya akan menyetop seluruh angkutan dari tambang ke jalur khusus, stasiun.

Baca: Buat Keterangan Palsu Soal Pembegalan, Terancam Dipenjara Selama 4 Tahun

Lantaran angkutan tersebut tetap melalui jalur umum.

"Karena yang boleh lewat ke jalur khusus dan stasiun hanya tronton. Tapi mereka masih lewat jalan umum, jadi akan kami stop semua demi keadilan karena walaupun 1 meter atau 2 meter tetap tidak boleh lewat," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved