Berita Lahat

Angkutan Batubara 'Tiarap' Pengusaha dan Sopir Angkutan Batubara Mulai Cemas

Pengusaha angkutan terpaksa memarkirkan truk batubara lantaran dilarang melintasi jalan umum.

Angkutan Batubara 'Tiarap' Pengusaha dan Sopir Angkutan Batubara Mulai Cemas
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Truk milik salah satu transportir dikandangkan pasca pelarangan melintas jalur umum. Jalan lintas tepatnya di Desa Ulak Pandan Sepi dari angkutan batubara dan jalan Servo milik PT Titan. 

Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU. COM, LAHAT - Sejak dilarangnya angkutan batubara melintasi jalan umum oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terhitung, Kamis (8/11) ribuan angkutan batubara di Lahat 'tiarap'.

Pengusaha angkutan terpaksa memarkirkan kendaraan lantaran distopnya angkutan. Disisi lain, pengusaha dan sopir truk mulai cemas.

Pasalnya, pelarangan tersebut akan berimbas kepada penghasilan yang selama ini menjadi andalan.

Hal tersebut seperti dirasakan transportir CV Kartamuda, Igus Toni.

Dikatakan Igus, sejak diberlakukanya pelarangan melintas jalan umum 50 unit truk miliknya terpaksa dikandangkan.

Kondisi tersebut, memaksa para sopir juga berhenti.

"Ya kalau kita sudah dari kemarin menstop. Ya mau tidak mau kita kandangkan mobil sebab tidak ada jalan untuk kita bisa angkut batubara. Kita ikut aturan,"ujar Igus, Kamis (8/11).

Diakui Igus, kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Sumsel cukup memberatkan kalangan pengusaha angkutan batubara lokal.

Dengan dilarangnya maka segala aktifitas usaha mati total. Kondisi tersebut juga berimbas bagi para sopir.

Halaman
123
Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved