4 Alasan Sekolah Singapura Memperbanyak Kegiatan "Piknik-Belajar"

Bahkan, mulai tahun depan, Sparkletots PAP Community Foundation (PCF) juga akan menawarkan program pembelajaran terstruktur

4 Alasan Sekolah Singapura Memperbanyak Kegiatan
(KARAKSA MEDIA)
Tur pabrik juga dimanfaatkan oleh sekolah dasar setempat sebagai tujuan study tour (KARAKSA MEDIA) 

SRIPOKU.COM - Penyelenggara pendidikan pra- sekolah, pendidikan anak usia dini (PAUD) terbesar di Singapura berencana memperbanyak kegiatan field trip (study tour) atau ' piknik- belajar' bagi anak-anak untuk memperkaya pengalaman belajar mereka.

Bahkan, mulai tahun depan, Sparkletots PAP Community Foundation (PCF) juga akan menawarkan program pembelajaran terstruktur dengan harga bersubsidi, untuk bidang-bidang seperti pidato dan drama, olahraga atau etika sosial.

Dilansir dari The Straits Times, Menteri Tenaga Kerja Singapura Josephine Teo yang juga ketua komite eksekutif PCF mengatakan hal ini akan ditawarkan menjadi kurikulum standar yang utama (5/12/2018).

Apa yang menjadi dasar pemikiran? Berikut 7 alasan mengapa 'piknik-belajar' menjadi penting dalam pendidikan anak usia dini:

1. Memberi awal terbaik dalam hidup
Josephine Teo menyampaikan kegiatan study tour dimaksudkan untuk "memberikan anak-anak awal terbaik dalam hidup".

"Sangat penting untuk memulai awal pendidikan dengan hal yang sangat berharga. Kita ingin memberi anak-anak awal terbaik dalam hidup dan dengan itu (belajar yang menyenangkan) untu semua anak," jelas Theo.

2. Memperkaya pengalaman dan membuka pikiran
Ia menambahkan piknik sambil belajar akan memperkaya pengalaman anak-anak. "Semakin awal kita melakukannya, semakin kita membuka pikiran mereka," tegasnya.

Baca juga: Singapura Mengubah Paradigma Pendidikan, Belajar Bukan Kompetisi

Anak-anak dapat melakukan field trip ke taman bermain indoor, kebun binatang atau ke panti sosial, misalnya.

"Dunia adalah tempat yang besar. Sedini mungkin, kita ingin mengekspos anak-anak kita ke dunia yang lebih luas, mengembangkan rasa keingintahuan mereka dan mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan, membaca dan memiliki banyak minat," jelasnya.

Halaman
12
Tags
Singapura
Editor: Adrian Yunus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved