Berita Muba

Berita Muba: Ketika Harga Kelapa Sawit tak Mampu Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari Para Petani

Rendahnya harga jual sawit di kalangan petani membuat sejumlah petani sawit di Kabupaten Musi Banyuasin menjerit.

Berita Muba: Ketika Harga Kelapa Sawit tak Mampu Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari Para Petani
komoditas.co.id
kebun kelapa sawit 

Lapoan wartawan sripoku.com,Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU—Rendahnya harga jual sawit di kalangan petani membuat sejumlah petani sawit yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjerit.

Akibatnya para perani sawit harus memutar otak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu petani sawit di Kecamatan Lais, Margaretha H Hasuni.

Menurutnya, kondisi harga sawit saat ini sangat tidak stabil dan sangat rendah sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dirasakan sulit.

Baca: Mobil Plat Merah Ditabrak Bus NPM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Musirawas Sempat Terjepit

“Sangat anjlok dek harga sawit sekarang ini, dari harga Rp 1.600 per kilogram sekarang cuma Rp 800 per kg. Kalau yang mengambil memang banyak tapi harganya tidak sesuai jadi percuma saja,” kata Margaretha, Minggu (4/11/18).

Lanjutnya, buah sawit sangat bergantung sekali pada pupuk jika tidak dilakukan pemupukan maka pohon sawit tidak akan berbuah.

Kondisi rendahnya harga jual sawit membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan. 

“Bayangkan saja untuk upah panen dan angkut mobil sebesar Rp 250 perak untuk perkilogramnya. Kalikan saja jika 1.000 kg dan kalikan berapa mobil yang mengangkut sawit dalam sehari otomatis merugi, tapi mau bagaimana lagi harus dijalani,”ugkapnya.

Baca: Gubernur Sumsel Herman Deru Buka Resmi Penerbangan Palembang - Jeddah

Hal senada diugkapkan, Farida salah satu petani sawit di  Desa Bero Jaya Timur, Kecamatan Tungkal Jaya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini harga sawit di tempatnya Rp 630 per kg jika dikalikan 1.000 kg sebesar Rp.630.000. Sedangkan untuk sekali panen Rp 150 perak perkilogram belum lagi potongan jalan Rp 20.000 untuk sekali jalan. 

“Kurang lebih sisa Rp 400 ribu untuk biaya selama 2 minggu, jangankan untuk kebutuhan pupuk sawit untuk makan saja kurang. Pemerintah harus bisa melihat secara langsung karena banyak penampung sawit tutup karena harga tidak stabil ini, harus ada langkah dari pemerintah agar harga sawit bisa stabil seperti biasa,”harapnya. (cr13)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved