Berita Muaraenim

Berita Muaraenim : Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SMPN 1 Belimbing Terpaksa Belajar di Sanggar Seni

Akibat kekurangan ruang kelas, siswa SMPN 1 Belimbing, terpaksa harus belajar diruang Sanggar Seni dan Ruang Laboratorium IPA.

Berita Muaraenim : Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SMPN 1 Belimbing Terpaksa Belajar di Sanggar Seni
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Akibat kekurangan ruang kelas, siswa SMPN 1 Belimbing, terpaksa harus belajar diruang Sanggar Seni dan Ruang Laboratorium IPA, Selasa (30/10). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Akibat kekurangan ruang kelas, siswa SMPN 1 Belimbing, terpaksa harus belajar diruang Sanggar Seni dan Ruang Laboratorium IPA.

Diduga pemangkasan anggaran pembangunan ruangan kelas tersebut karena adanya pengalihan anggaran ke bidang lain.

Dari pantauan dan informasi di lapangan, Selasa (20/10/2018), kekurangan dua ruangan kelas itu diakibatkan oleh lebihnya kapasitas siswa dalam setiap kelasnya.

Dimana, dalam setiap kelas maksimal jumlah siswa hanya diperbolehkan 32 peserta didik sesuai dengan Permen Diknas Nomor 25 dan 26 tahun 2017 tentang PPDB sekolah tingkat SMP.

Baca: Berita Palembang : Pasca Angin Kencang di Jakabaring, Serang Getek Was-Was Beraktivitas

Sedangkan jumlah siswa baru SMPN 1 Belimbing tahun ajaran 2017-2018, menerima sebanyak 217 siswa. Dan jika menyesuaikan aturan yang ada, maka setidaknya harus dibagi tujuh ruangan agar sesuai dengan Permen tersebut.

Menurut Kepala SMPN 1 Belimbing Dewi Ratna Sari menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan PPDB tahun ajaran 2017-2018, pihaknya pada tahun anggaran 2017, telah mengajukan permohonan penambahan ruangan kelas baru kepada Pemerintah Kabupaten Muaraenim.

Kemudian proposal tersebut disetujui dan di anggarkan dalam APBD tahun 2017 yakni pembangunan dua buah ruang kelas baru dan bantuaan empat buah pintu WC sekolah.

Baca: Akhirnya Ronaldo Buka Suara Soal Keputusannya Hengkang Dari Real Madrid, Karena Merasa Seperti Ini

"Kemarin, kita terpaksa menerima siswa sebanyak tujuh Rombel, karena kebutuhan dan desakan masyarakat sekitar. Kita tidak menyangka jika proposalnya dibatalkan, makanya kita agak kelabakan mencari ruangan belajar sementara," terang Dewi.

Dikatakan Dewi, pihaknya telah mengkonfirmasi ke Dinas Pendidikan tentang dibatalkannya pembangunan dua ruang kelas tersebut, hal itu dikarenakan adanya pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh Badan Anggaran.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved