Buya Menjawab

Sholat Sunnat Mu'akkadah

Mohon penjelasan apa-apa sholat sunnat mu'akkadah baik Rawatib maupun non rawatib. Terimakasih Buya.

Sholat Sunnat Mu'akkadah
IST
Ilustrasi.

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
BUYA, mohon penjelasan apa-apa sholat sunnat mu'akkadah baik Rawatib maupun non rawatib. Terimakasih Buya.
08132276xxxx

Berita Lainnya:
Apa Penyebabkan Melakukan Sujud Sahwi di Dalam Sholat
Apakah Sholat Saya Sah, Lupa Membaca Surah?

Jawab:
Wassalamu'alaikum.Wr. Wb.
SHOLAT Rawatib dan Sunnat Yang Mu'akkad; Dua raka'at qabliyyah Dzuhur, atau jum'at dan dua raka'at setelahnya, dua raka'at setelah Maghrib, dan dua raka'at setelah Isyak dan dua raka'at sebelum Subuh.(Mengacu pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

* Tiga sholat sunnah yang tidak mengiring sholat fardhu, yaitu sholat malam atau Sholat Tahajjud, Sholat Dhuha, dan Sholat Tarawih.

Sholat Malam atau Qiyamul lail adalah yang paling afdhal sesudah sholat fardhu, seperti dinyatakan Rasulullah Saw. yang artinya: "Sebaik-baik sholat setelah shalat fardhu adalah sholat malam." (HR.Muslim). Sholat ini dianggap paling afdhal karena dilaksanakan ketika kebanyakan orang sedang tidur lelap.

Sebelum tidur sebaiknya melaksanakan sholat witir, sedikitnya satu raka'at dan paling banyak sebelas rakaat sebagaimana di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diberitakan dari Abu Hurairah ra.

Bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya: Dari Abu Hurairah ra. "Aku diwasiati oleh kekasihku MuhammadRasulullah saw. agar aku berpuasa tiga hari pada setiap bulannya, dan sholat dua rakaat Dhuha dan sholat witir sebelum tidur". (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra).

Sholat witir sebelum tidur, menjadi kebiasan Abubakar Ashshiddiq ra. karena beliau khawatir kalau-kalau tidak terbangun pada sepertiga akhir malam. Namun jika beliau terbangun juga, beliau sholat genap-benap saja tidak ditutup dengan witir. Sebaliknya Umar bin Khattab ra. lazim melaksanakan sholat genap-genap sebelum tidur dan witir setelah bangun dari tidur pada sepertiga akhir malam. Rasulullah saw. berkomentar terhadap Abubakar assiddiq ra.; "Engkau Abubakar sangat hati-hati, dan engkau Umar percaya dirimu tinggi (akan terbangun pada sepertiga akhir malam)".

Siapa saja yang melakukan sholat witir baik berjama'ah maupun sendirian, kemudian ingin melakukan sholat sunnat lain, maka sholat witirnya tidak batal. Artinya tidak perlu mengenapkannya lagi dengan satu raka'at. Pendapat ini menurut mazhab Syafi'iyyah, dengan dalil perkataan Sayyidah Aisyah ketika ditanya tentang orang yang membatalkan witirnya. Beliau menjawab," Orang itu mempermainkan Sholat witirnya." (HR.Sa'id)

Setelah Sholat witir, seseorang boleh melakukan Sholat Tahajjud hingga menjelang Subuh, karena Rasulullah Saw. sendiri pernah melakukan sholat dua raka'at setelah witir, dan setelah itu tidak melakukan witir lagi , karena witirnya sudah dilakukan sebelum Tahajjud. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya: "Tidak ada dua witir dalam satu malam".(HR.Ahmad dan Abu Dawud)

Halaman
1234
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved