Angka Kemiskinan

"Mutan Data" Angka Kemiskinan

Fenomena saat ini, data angka kemiskinan yang benar dapat diinterprestasikan secara melenceng bahkan dicampur dengan interprestasi personal

ist
Rika Yurista

"Mutan Data" Angka Kemiskinan
Oleh: Rika Yurista
ASN Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan

"Fenomena saat ini, data angka kemiskinan yang benar dapat diinterprestasikan secara melenceng bahkan dicampur dengan interprestasi personal untuk kepentingan ekonomis dan politis, sehingga inilah yang disebut "Mutan Data" Angka Kemiskinan".

Hal ini selaras dengan sebuah artikel Enrico Giovannini "Statistics and Politics in a Knowledge Society" yang mengatakan "Data based on shaky methodology can be quoted in public debate as ’fact’. Even correct data can be incorrectly interpretated, resulted in what some call as ’mutant Statistics".

Salah satu tantangan besar dunia sekarang ini bukan terletak pada kualitas data statistik resmi saja, melainkan semakin banyak kelompok di masyarakat, yang suaranya mendominasi opini publik, yang salah dalam menginterpretasikan data statistik.

Menurut KBBI "mutan/mu-tan/ " adalah makhluk hidup yang mengalami mutasi.

Dengan adanya mutan data angka kemiskinan, menjadikan angka kemiskinan mengalami mutasi interprestasi dan pemahaman yang sangat tidak benar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Maret 2018, Indonesia mengalami titik terendah dalam hal persentase kemiskinan yakni sebesar 9,82 % atau dengan kata lain jumlah penduduk miskin yang pengeluaran per kapita tiap bulannya di bawah garis kemiskinan mencapai 25,95 juta jiwa.

Sedangkan jumlah penduduk miskin Sumsel mencapai 1.068,27 ribu jiwa (12,80%), berkurang sebesar 18,65
ribu jiwa dibandingkan tahun lalu.

Apabila dibandingkan antara daerah perkotaan dan perdesaan, persentase penduduk miskin Sumsel di perkotaan turun 12,18% dan di pedesaan turun 13,17%. Garis kemiskinan Sumsel sebesar Rp 397.150 per kapita per bulan.

Beberapa pengamat, pers, mahasiswa, dll saling terus memberikan opininya terhadap polemik kemiskinan. Diskusi tersebut terkadang menuai pro dan kontra.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved