Berita Muaraenim

Berita Muaraenim: Eprianto Ditemukan Tewas Gantung Diri

Diduga putus cinta, Eprianto (28) warga Desa Kahuripan Baru, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim

Berita Muaraenim: Eprianto Ditemukan Tewas Gantung Diri
ist
Ilustrasi Gantung Diri 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-- Diduga putus cinta, Eprianto (28) warga Desa Kahuripan Baru, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, ditemukan tewas tergantung di kebun karet milik Alamsyah di Desa Kahuripan Baru, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, Rabu (24/10/2018).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian tersebut bermula ketika korban selesai membantu orang tuanya hajatan pada hari Selasa 23 Oktober 2018 sekitar pukul 14.00, korban pergi menghilang.

Karena curiga korban yang sampai sore tidak pulang ke rumah lalu keluarga korban pun memberitahukan kepada keluarga dan warga. Setelah beberapa jam dicari korban pun ditemukan oleh warga sekitar jam 23.00 di kebun karet milik Alamsyah dengan posisi leher terikat tali nilon yang tergantung di atas pohon jengkol, dengan mulut menjulur, serta mengeluarkan air kencing.

Baca: Berita Palembang: Terkait Kematian Finanda, Polda Sumsel Amankan Seorang Santri Rekan Almarhum

Baca: Berita OKU: Cetak Kartu Ujian Tes CPNS 2018 Didealine Kamis, 25 Oktober 2018

Melihat hal tersebut, korbanpun langsung diturunkan keluarga korban ke bawah, dan setelah itu langsung dibawa ke Puskesmas Desa Tebat Agung.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner melalui Kabagops Kompol Irwan, bahwa menurut keterangan orang tua korban bernama Imroni mengatakan bahwa seminggu sebelum kejadian korban sudah pernah coba bunuh diri dengan cara minum racun rumput Sodapon dan sempat dirawat di RS Fadillah Prabumulih selama tujuh hari. Selain itu juga korban sering melamun serta sering menyendiri.

Korban bunuh diri dikarenakan putus cinta dengan pacarnya sehingga membuat korban putus asa dan nekat melakukan gantung diri. Dan dari, keterangan dokter Puskesmas Tebat Agung, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban dan keluarga korban berkeberatan dilakukan autopsi karena keluarga sudah ikhlas atas musibah ini.

Adapun barang-bukti yang diamankan seutas tali nilon warna Kuning, satu lembar baju kaos warna Abu-abu, satu lembar celana pendek kolor warna biru dan satu lembar celana dalam warna Hijau.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved