Berita Muaraenim

Berita Muaraenim: Diterjang Puting Beliung Atap Rumah Siti Sarinah Utuh Tapi Tergeletak di Tanah

Kaget dan bingung itulah yang dirasakan Siti Sarimah sekeluarga ketika mengetahui atap rumahnya lepas dan jatuh ke tanah.

Berita Muaraenim: Diterjang Puting Beliung Atap Rumah Siti Sarinah Utuh Tapi Tergeletak di Tanah
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Siti Sarimah berpose dengan anaknya paling bungsu didepan rumahnya yang atapnya diterbangkan angin puting beliung 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Pasangan suami istri Rusman (40) dan Siti Sarimah (35) beserta tiga anaknya merupakan warga Dusun III, Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim mengaku kaget dan bingung.

Pasalnya atap rumahnya yang terbuat dari rangka baja, terbang karena terangkat angin puting beliung.

"Saya pas kejadian sedang menyuapi makan anak bungsu, tiba-tiba hanya terdengar suara krek, pas keluar rumah, rupanya atap rumah sudah lepas," ujarnya.

Baca: Berita Muaraenim: Enam Desa di Kabupaten Muaraenim Diterjang Puting Beliung, 413 Rumah Rusak

Menurut Siti Sarimah ibu beranak empat ini, pada saat kejadian, kebetulan ia sekeluarga sedang berkumpul di rumah yakni suaminya dan ketiga anaknya, sedangkan satu anaknya kebetulan berada di rumah neneknya yang letaknya disamping rumahnya.

Sekitar pukul 17.30, hujan gerimis disertai badai petir dan angin kencang, iapun meminta anak-anaknya untuk berdiam di rumah.

Namun tidak tahu rupanya rumahnya yang kena sedangkan rumah di kanan kiri tidak apa-apa.

Masih dikatakan Siti Sarimah, rumah tersebut adalah bantuan dari PT Pertamina pada tahun 2016. Dan ia tidak tahu bagaimana membangunnya, sebab ia hanya menerima saja. Ketika ditanya mengapa tidak menggunakan besi sama sekali, ia juga tidak tahu.

Baca: Berita Palembang: Lorong Basah Night Culinary Semakin Manjakan Pengunjung, Parkin Dijamin Aman

"Kami sudah berterimakasih sudah dibangunkan rumah oleh PT Pertamina," ujarnya.

Sementara itu dari pengamatan di lapangan, bangunan rumah permanen dengan ukuran 6 X 6 meter, kondisinya masih cukup baik, namun yang cukup mengkhawatirkan sama sekali bangunan tersebut, rangka rumahnya tidak menggunakan besi baik itu tiang dinding rumah maupun slop untuk mengikatnya.

Dan diduga atap rangka baja tidak diikat oleh besi dari tiang rangka atau slop sehingga ketika ditiup angin langsung lepas.

Sebanyak 413 rumah di enam desa Kecamatan Belimbing Kabupaten Muaraenim rusak dilanda angin puting be;iung Minggu (21/10) sekira pukul 17.30. 

Salah satu rumah yang rusak akibat terjangan angin tersebut adalah milik Siti Sarimah di Desa Tanjung Kecamatan Belimbing Muaraenim Sumatera Selatan.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved