Buya Menjawab

Memiliki Tanah Makam

Apakah boleh kita memiliki tanah makam di pemakaman umum (membeli melalui petugas makam)? Kira-kira bisa untuk 6 (enam) makam,

Memiliki Tanah Makam
Net
ilustrasi kuburan 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
USTADZ, saya mau tanya, apakah boleh kita memiliki tanah makam di pemakaman umum (membeli melalui petugas makam)? Kira-kira bisa untuk 6 (enam) makam, sekarang baru dipakai untuk 2 (dua) makam. Secara syari'at bagaimana hukumnya, boleh apa tidak ya Ustadz. Terimakasih. Wassalam.Wr.Wb.
0812 785xxxx

Berita Lainnya:
* Inilah Makam Termewah di Indonesia, Sederet Artis Dimakamkan di Sini hingga Sudah Pesan Jauh Hari

Jawab:
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb.
DALAM proses menguburkan jenazah, setelah tanah di atas kuburan diratakan, maka keluarga si mayit menyiraminya dengan air, meletakkan batu-batu kerikil dan memberikan batu besar sebagai ciri (tanda) supaya ketika nanti di belakang hari para keluarga berziarah dapat mengenali kuburan saudaranya. Bahkan jika masih tersedia tanah yang kosong, kelak dapat menguburkan janazah keluarganya disamping kuburan yang sudah ada. Apa yang dikemukakan di atas berdasarkan hadits dari Ja'far bin Muhammad dari bapaknya yang artinya: "Bahwa Rasulullah Saw. menyiramkan air di atas kubur anaknya Ibrahim dan meletakkan batu kerikil di atasnya." (HR.Syafi'i).

Berkenaan dengan memberi tanda untuk mengenali dan membedakan dari kuburan yang bukan keluarga, berdasarkan hadits dari Anas bin Malik ra. yang artinya: "Bahwa Rasulullah Saw. menandai kuburan Utsman bin Mazh'un dengan sebuah batu" (HR.Ibnu Majah).

Hadits yang lain dari Muthallib bin 'Abdullah yang artinya: "Kemudian Nabi Muhammad saw. membawa batu itu dan meletakkannya di sebelah kepalanya. Beliau berkata: "Dengan batu itu aku mengenal kuburan saudaraku dan aku akan menguburkan di sana orang yang meninggal dunia dari keluargaku". (HR. Abu Daud).

Dari keterangan beberapa hadits di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dibolehkan menyiapkan tempat kosong disamping makam keluarga yang sudah lebih dahulu dikuburkan sebagaimana Rasulullah SAW. Menandai kuburan Utsman bin Mazh'un dengan sebuah batu dan beliau bersabda: "Dengan batu itu aku mengenal kuburan saudaraku dan aku akan menguburkan di sana orang yang meninggal dunia dari keluargaku". (HR. Abu Daud).

Hanya saja yang menjadi permasalahan; apakah berlaku secara umum di tanah kuburan yang bapak beli itu memang diperjualbelikan secara umum yang diatur dengan PERDA (Peraturan Daerah), atau hanya kebijakan individual petugas di pemakaman tersebut.

Jika memang berlaku umum, boleh saja diatur oleh Pemerintah Daerah, selama tanah yang disiapkan memang cukup memadai untuk menampung sejumlah janazah yang akan dimakamkan.

Memang cukup ideal apabila dapat mengumpulkan keluarga dalam satu lokasi pemakaman, sehingga ketika ziarah dapat fokus pada satu lokasi.

Demikian jawaban atas pertanyaan yang bapak ajukan. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved