Kehilangan Sosok Targetman, Jadi Faktor Kekalahan Sriwijaya FC Dari Bhayangkara FC

Sriwijaya FC gagal membawa poin, usai bertandang ke Stadion PTIK Jakarta, Jumat (12/10/2018). Laskar Wong Kito berhasil dibungkam dengan skor 2-0

Kehilangan Sosok Targetman, Jadi Faktor Kekalahan Sriwijaya FC Dari Bhayangkara FC
SRIPOKU.COM/RESHA
Pelatih Sriwijaya FC Subangkit saat melatih para penggawa Sriwijaya FC. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- -Sriwijaya FC gagal membawa poin, usai bertandang ke Stadion PTIK Jakarta, Jumat (12/10/2018). Menghadapi Bhayangkara FC, Laskar Wong Kito berhasil dibungkam dengan skor 2-0.

Gol pertama dicetak oleh Paulo Sergio di menit ke-59. Bola datar yang dilepaskan Paulo usai mendribble bola dari luar kotak penalti tersebut, tak kuasa ditangkap oleh Teja Paku Alam yang melompat dari sisi sebaliknya.

Sedangkan gol kedua dicetak oleh Bruno Martins di menit ke-86. Umpan dari Adam Alis berhasil dieksekusi oleh Elio Bruno Martins, membuat tuan rumah mengunci kemenangan hingga pertandingan usai.

Menurut Pelatih Sriwijaya FC Subangkit, anak asuhnya telah bermain dengan cukup baik. Namun memang, di babak kedua tim yang dibesutnya seringkali kecolongan.

"Babak kedua kita banyak kehilangan bola juga karena kita tahu, target di depan tidak ada yang bisa tandu. Jadi setiap bola kedepan kita, bola hilang lagi, jadi permainan dari belakang sudah bagus tapi kedepan," ujarnya usai pertandingan.

Solidnya lini belakang rupanya tak menjamin lini depan makin tajam. Padahal, tim telah berhasil membawa Esteban Vizcarra yang tengah merumput di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Timnas Indonesia.

Namun, pelatih yang akrab disapa Cak Su ini menilai bola memang tidak mengalir di depan. Meskipun di lini tengah ada Marcko Sandy dan Yuu Hyunkoo, dan Yogi Rahadian, bahkan Rizsky Dwi Ramadhana serta Manuchekhr Dzhalilov.

Kurangnya eksekutor serta pengalir bola di depan dituding jadi kekalahan kali ini. Sehingga, meski lini belakang sudah cukup solid namun minim peluang sehingga pertahanan perlahan jebol.

"Sedangkan Bhayangkara bisa menguasai lini tengah," ucapnya.

Memang, Pelarih Bhayangkara United Simon Mcmenemy mengakui jika pihaknya mengubah formasi di babak kedua. Padahal sebelumnya, di babak pertana dirinya memakai formasi 4-4-2.

"Dan di babak kedua kita sedikit mengganti formasi dan juga bisa mendominasi, membuat banyak peluang dan mencetak gol," ujarnya di waktu yang sama.

Hal itu yang menyebabkan anak asuhnya bisa merusak pertahanan Sriwijaya FC hingga mencetak 2 angka. Dan untuk di lini belakang, dirinya cukup mengokohkan barisan pertahanan yang ada dan berhasil meredam anak asuh Subangkit tersebut.

"Kita jarang dapat clean sheet tapi kita juga melakukan banyak penyelamatan.kita bagus sekali, sedikit mendapat tekanan. Ini 3 poin yang bagus untuk kita," jelasnya. (mg5)

===

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help