Berita Palembang

Restorasi Lahan Gambut di Sumsel Bakal Dibangun 604 Sekat & 277 Sumur

Dinamisator Desa Peduli Gambut (DPG) Sumsel, Dedde mengatakan,restorasi gambut tersebar di Kabupaten

Restorasi Lahan Gambut di Sumsel Bakal Dibangun 604 Sekat & 277 Sumur
sripoku.com/Yandi Triansyah
Kepala Sub Pokja Kemitraan Resolusi Konflik dan Pengaduan Badan Restorasi Gambut Indonesia, Dr Eko Novi Setiawan, 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM,PALEMBANG --Pasca kebakaran gambut di Sumsel ada 500 ribu hektar lahan yang akan direstorasi.

Dari jumlah tersebut baru sekitar 20 ribu hektar lahan yang sudah direstorasi tahun lalu.

Tahun ini rencanannya lahan yang akan direstorasi seluas 67 ribu hektar.

Dinamisator Desa Peduli Gambut (DPG) Sumsel, Dedde mengatakan,restorasi gambut tersebar di Kabupaten Muba, Banyuasin, OKI, Muaraenim, Pali dan Muratara.

Terdiri dari 200 desa yang menjadi target restorasi.

"Restorasi dilakukan dengan 3R rewetting (pembasahan kembali), revegetasi dan revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat," kata Dedde, Jumat (12/10/2018) di Fave Hotel Jalan Basuki Rahmat Palembang.

Dedde mengatakan, di Indonesia total ada 2,5 juta hektar lahan gambut terdiri dari 1,5 juta hektar konsensi (perusahaan) dan satu juta hektar di luar perusahaan.

"Jika restorasi ini tak sejalan dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan maka bisa dipastikan akan gagal," katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Pokja Kemitraan Resolusi Konflik dan Pengaduan Badan Restorasi Gambut Indonesia, Dr Eko Novi Setiawan, mengatakan, tahun lalu sudah dilakukan pembuatan kanal.

Tahun ini akan dilakukan pengerjaan pendingan dengan membangun sumur bor dan timbunan.

"Dana yang dikucurkan untuk restorasi tahun ini sebesar Rp 45,8 milyar melalui Donas Lingkungan dan Pertanahan," katanya.

Eko mengatakan, tahun ini akan dibangun sebanyak 604 sekat, 277 sumur dengan total luas mencapai 43 hektar. yang melibatkan pokmas (kelompok masyarakat) sebanyak 73 pokmas.

"Target kita selesai tahun ini, karena secara keseluruhaan semua restorasi selesai dilakukan pada tahun 2020," katanya.(*)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved