Imbas Naiknya Dollar, Pengusaha Variasi Mobil Merugi

Melemahnya rupiah terhadap dollar, dalam beberapa bulan terakhir berimbas pada Kenaikan harga barang-barang variasi kendaraan

Imbas Naiknya Dollar, Pengusaha Variasi Mobil Merugi
SRIPOKU.COM/mg2
Pembeli aksesoris mobil menurun akibat melemahnya rupiah terhadap dollar, Kamis (11/10). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar, dalam beberapa bulan terakhir berimbas pada Kenaikan harga barang-barang variasi kendaraan, yang notabene impor langsung dari luar negeri.

Hal tersebut sudah dirasakan oleh pengusaha variasi kendaraan roda empat dengan menurunnya omset dari toko. Menurut Dina salah satu penjual variasi mobil di jalan Prameswara Kota Palembang, menurunnya pembeli suku cadang kendaraan sudah dirasakan sejak tiga bulan terakhir. Berbeda dengan sebelumnya, yang sehari-hari dapat mendapatkan untung.

"Naiknya harga suku cadang dan aksesoris mobil sudah di rasakan sejak tiga bulan terakhir ini. Pelanggan pun sepi berbeda dengan sebelumnya, jika biasanya dalam satu hari ada kurang lebih lima pemilik kendaraan yang datang ke tempatnya kini menurun hanya satu kendaraan bahkan tidak ada sama sekali," ujarnya, Kamis (11/10).

Lanjutnya, dirinya hanya bisa pasrah dengan keadaan yang dialami oleh tokohnya tersebut.

"Mau gimana lagi cuma bisa pasrah, tidak bisa berbuat banyak," ujarnya.

Baca: Pilihan Warna Stripe yang Minimalis. All New CB150 Verza, Lebih Tangguh dan Maskulin

Baca: Berita Palembang : Masyarakat Bisa Awasi Pengelolaan Keuangan Lewat Android Dengan e-Sumsel

Melemahnya dollar membuat harga suku cadang bertambah mahal karena berimbas pada suku cadang kendaraan roda empat yang kebanyakan impor dari luar negeri.

"Dollar naik maka harga suku cadang impor ikutan naik karena memang impor langsung dari luar negeri. Karena kita beli langsung dari luar negeri tempat suku cadang di produksi," ungkapnya.

Lanjutnya, kenaikan tersebut sangat terasa dari di distributor, hal itu karena barang yang ada di tokonya dikirim dari distributor luar kota, seperti Jakarta dan sekitarnya.

Dirinya berharap harga nilai tukar rupiah dapat kembali normal sehingga tidak membuat para pengusaha menjerit, karena dampak ekonomi yang ikutan lesu. (mg2).

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved