Berita OKU

Berita OKU: Tewas Saat Gagalkan Aksi Perampokan, Ternyata Ini Permintaan Terakhir Satria

Panah hasil karya M Yunus menjadi permintaan teakhir Satria (15) sebelum ajal menjemputnya. Pelajar kelas III SLTP ini tewas

Berita OKU: Tewas Saat Gagalkan Aksi Perampokan, Ternyata Ini Permintaan Terakhir Satria
KOLASE SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Rumah korban di bantaran sungai ogan Jalan KH A. Dahlan Baturaja dan korban Satria (15) tewas ditembak kawanan penjahat. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA-- Panah hasil karya M Yunus menjadi permintaan terakhir Satria (15) sebelum ajal menjemputnya. Pelajar kelas III SLTP ini tewas   saat mengagalkan aksi perampokan di Jalan KH Ahmad Dahlan Lorong Ogan Kecamatan  Baturaja Timur Kabupaten OKU  Propinsi Sumatera Selatan Jumat (12/10/2018).

“Satria minta dibuatkan panah untuk menangkap ikan di Sungai Ogan , panahnya sudah selesai namun belum sempat dipakai"," kata M Yunus dengan nada sedih mengenang permintaan puteranya sebelum meninggal.

Menurut Yunus,  Satria merupakan anak yang  rajin membantu orangtua. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun sudah mengerti tanggung jawab dan bekerja membantu orangtua mencari uang dengan cara bekerja di salah satu warung nasi goreng. 

Orangtua Satria,  M Yunus dan Susi
Orangtua Satria, M Yunus dan Susi (KOLASE SRIPOKU.COM/LENI JUWITA)

Baca: SEBENTAR LAGI! Siaran Langsung Live Streaming Sriwijaya FC Vs Bhayangkara FC di Indosiar

Baca: Dulu Terkenal Nasib 5 Seleb Ini Kini Berubah, Ada yang jadi Pengacara, Ada Juga yang Jadi Petani

Kehidupan orangtuanya yang pas-pasan dengan pekerjaan ayahnya sebagai buruh bangunan membuat Satria terkadang sekolahnya menjadi tersendat-sendat karena keinginan Satria membantu orangtua.  

Menurut M Yunus, dengan panah yang sudah jadi itu, Satria ingin menangkap ikan di Sungai Ogan karena sekrang sedang musim ikan, ikan-ikan hasil tangkapannya rencannaya akan dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Semasa hidupnya sangat prihatin, tinggal di rumah kecil yang dibangun bantaran Sungai Ogan Satria tetap semangat mambantu orangtua kerja serabutan seperti kerja  paruh  waktu di malam hari dengan menjadi pelayan di waurung nasi goreng.

Bahkan malam sebelum meninggal Satria sempat memberikan uang hasil kerjanya sebagai pelayan di warung nasi goreng kepada ibunya, setelah itu dia keluar rumah karena ada tetangga yang akan mengadakan pesta.  

Tetangga dan teman-teman korban memuji keberanian Satria, seperti dituturkan oleh salah seorang teman korban  waktu kejadian itu mereka bertujuh sedang duduk-duduk di sekitar tenda hajatan pernikahan tetangga.

Tiba-tiba terdengar kegaduhan luar biasa yang membuat mereka takut, semua orang  sudah tiarap karena ada orang tak dikenal mengacungkan senjata api jenis pistol sambil beteriak agar jangan ada yang bergerak. Enam teman korban sudah tiarap kecuali Satria, di luar dugaan tiba-tiba Satria mengangkat kursi dan hendak memukul kepala salah seorang pelaku, namun tiba-tiba terdengar bunyi letusan  yang membuat teman-teman korban menutup telinga ketakutan. Beberapa detik kemudian,  teman –teman korban menyaksikan Satria sudah terkapar bersimbah darah.

Teman korban yang lain juga menuturkan, Satria memang anak pemberani dan  waktu itu ada tiga motor masing-masing berboncengan, korban mengira motor ketiga yang mengacungkan senjata adalah petugas dari kepolisian. Itulah sebabnya Satria berinisatif membantu menghalangi pelaku yang akan kabur.

“Disangkonyo motor ketiga itu polisi yang sedang mengejar penjahat, makonyo dihadang oleh Satria,” tutur salah seorang teman korban seraya menambahkan ternyata motor ketiga yang memegang senjata api itu komplotan dari penjahat juga yang kemudian menembak korban.

Warga sekitar berharap ada kaum dermawan yang tersentuh hatinya membantu meringankan beban keluarganya khususnya ibu korban karena kehidupan keluarga korban memang sangat  memprihatinkan.

“Mudah-mudahan ado yang tergerak membantu keluarga korban, karena  Satria sudah mengorbankan nyawanya untuk membantu orang lain,”  Harap salah seroang ibu-ibu  yang sedang melayat seraya menambahkan Satria termasuk pahlawan yang patut mendapat  penghargaan karena sudah berkorban untuk membantu mengagalkan perampokan. 

Penulis: Leni Juwita
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved