Satunya Operasi Bedah, 5 Jenis Pengobatan Kanker Paru yang Bisa Memperpanjang Hidup

Kabar meninggalnya istri Indro Warkop, Nita Octobijanthy, akibat kanker paru menyisakan duka. Perkembangan sel abnormal yang tak terkendali

Satunya Operasi Bedah, 5 Jenis Pengobatan Kanker Paru yang Bisa Memperpanjang Hidup
www.ahlikanker.com
Kanker Paru. 

SRIPOKU.COM - Kabar meninggalnya istri Indro Warkop, Nita Octobijanthy, akibat kanker paru menyisakan duka. Perkembangan sel abnormal yang tak terkendali tersebut memang bisa berujung pada kematian.

Berita Lainnya: Inilah 5 Fakta Kanker Paru-Paru Penyebab Istri Indro Warkop, Nita Octobijanthy Meninggal Dunia

Sebelum kabar duka ini, Nita tidak pernah berhenti berjuang melawan ganasnya kanker paru yang diidap. Dia terus melakukan pengobatan untuk tetap bertahan hidup.

Lewat momen ini, kita bisa mengenal rangkaian pengobatan kanker paru di Indonesia.

Sebagai informasi, pengobatan kanker paru dipengaruhi oleh stadium kanker yang diderita pasien. Berikut enam jenis pengobatan yang bisa dijalani penderita kanker paru.

1. Operasi Bedah
Menurut dr Sita Laksmi Andarini, PhD, SpP(K), operasi bedah bisa menyembuhkan pasien kanker paru. Namun, ada syarat untuk prosedur ini, yaitu kanker masih berada pada stadium awal seperti stadium 1, 2, dan 3A.

Ilustrasi
Ilustrasi (ISTIMEWA)

Operasi bisa memberi kesempatan besar untuk sembuh, terlebih jika kanker belum menyebar ke bagian lain tubuh atau hanya di satu bagian tubuh saja. Tindakan pembedahan dilakukan karena berbagai alasan, salah satunya agar kemoterapi atau radiasi lebih efektif.

2. Kemoterapi
Kemoterapi memang identik sebagai pengobatan kanker, tak terkecuali kanker paru. Kemoterapi sendiri adalah pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang sistemik untuk mengobati kanker.

Ada lebih dari 100 obat kemoterapi yang digunakan saat ini, baik sendiri maupun kombinasi dengan obat atau perawatan lain. Obat tersebut biasanya diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah.

Untuk lebih mengefektifkan kemoterapi, sebuah penelitian di Australia mengungkap perlunya pasien melakukan olahraga.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help