Jeratan Ekonomi Sampiran

Dalam berbagai tulisan di media massa, pakar ekonomi menguraikan ada 5 sumber gejolak baru ekonomi internasional

Jeratan Ekonomi Sampiran
ist
Bahrul Ilmi Yakup

Namun sayang, Nasution tidak memberi jawaban atas kerisauan saya yang berlatarbelakang non ekonomi terhadap ekonomi Indonesia yang ternyata begitu rapuh dan rentan.

Fundamental ekononomi Indonesia bagaikan buih di lautan, yang setiap saat berpotensi remuk dan berantakan.
Kondisi ekonomi Indonesia sangat kontras dengan kondisi ekonomi Cina atau Jepang yang nampak stabil dan berkesinambungan.

Cina dan Jepang nyaris tidak risau dengan urusan Quantitative Easing (QE).

Cina dan Jepang nyaris tidak pernah risau dengan penguatan kurs US Dollar terhadap Yen atau Yuan, sebaliknya Jepang dan Cina
mengharapkan Yen dan Yuan mengalami deprisiasi terhadap USD.

Karena itu, justru Amerika yang selalu khawatir akan muncul tindakan Jepang atau Cina melakukan devaluasi (penurunan) Yen atau Yuan dalam rangka mendorong ekspor.

Dalam konteks ini, beberapa kali secara terbuka Amerika Serikat meminta Jepang atau Cina tidak melakukan devaluasi terhadap Yen atau Yuan.

Namun permintaan tersebut tidak sepenuhnya dipenuhi Jepang atau Cina.

Kedua negara secara konsisten tetap menjaga kurs mata uangnya dalam level kondusif-akomodiatif menunjang
perekonomiannya.

Dalam konteks demikian, sesungguhnya persoalan ekonomi yang sebenarnya bukanlah persoalan kurs atau nilai tukar semata, yang sering kali membuat Indonesia keteteran-jumpalitan.

Persoalan ekonomi sejatinya adalah persoalan kekuatan ekonomi, atau kedaulatan ekonomi suatu negara.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help