Bisnis Wisata

Berita Palembang: Pengusaha Tour and Travel Mengeluh, Konsumen Batalkan Paket Wisata

Penguatan nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah yang menyentuh level Rp 15.253 berdampak langsung pada bisnis tour and travel.

Berita Palembang: Pengusaha Tour and Travel Mengeluh, Konsumen Batalkan Paket Wisata
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Carmeta Travel Fair di Palembang Indah Mall 

"Pembatalan paket wisata tersebut untuk perjalanan pada bulan Oktober ke Israel dan negara lainnya di Eropa yang perhitungannya dengan dolar AS tapi pembayaran atau pelunasan paket  menggunakan rupiah ," jelasnya.

Dikatakannya jumlah pemesan paket yang melakukan pembatalan memang tidak banyak namun diakuinya hal tersebut terjadi secara mendadak saat terjadi pelemahan rupiah.

"Dari setiap paket wisata yang kami tawarkan memang hanya berkisar dua sampai tiga orang yang membatalkan paket akan tetapi memang lumayan cukup berpengaruh karena pembatalan juga secara tiba-tiba saat dolar naik," jelasnya.

Sementara untuk paket wisata lokal maupun Asia tidak terpengaruh dampak depresiasi Rupiah.

Beberapa negara Asia seperti Thailand, Jepang dan Korea Selatan masih menjadi pilihan favorit bagi warga metropolis untuk berlibur.

"Paket wisata dalam negeri dan Asia masih normal dan tidak ada perubahan harga ataupun pembatalan jadwal untuk saat ini. Paket wisata Asia juga masih tinggi peminatnya," kata Heri.

Baca: Berita Palembang : Usai Antarkan Kenalannya ke Pria Hidung Belang, Mahasiswa Ini Diciduk Petugas

Sementara Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) mengatakan dari segi domestik pun sudah ada kebijakan pengurangan komisi bagi agen perjalanan.

"Maskapai domestik terutama Lion Group baru saja mengeluarkan peraturan mengurangi atau memotong komisi kami travel agent dikarenakan biaya operasional naik akibat faktor dolar," katanya.

Dia melanjutkan untuk paket perjalanan ibadah tidak terpengaruh sama sekali meski rupiah mengalami pelemahan. Permintaan masih tetap normal dan tidak ada penurunan.

"Kalau perjalanan wisata leisure atau bukan ibadah pasti berpengaruh juga tapi belum signifikan. Tingkat pengaruh akan berbading lurus dengan perubahan atau kenaikan dolar. Dolar naik sedikit pengaruhnya sedikit begitu juga kalau dolar naik banyak ya banyak," lanjutnya.

Halaman
123
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help