Berita Palembang

Berita Palembang : Bermodal Obeng, Aan Bobol Rumah Warga dan Gasak Tiga Buah Ponsel

Berkilah tidak memiliki pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhannya, Aan (34), nekat melakukan aksi pencurian.

Berita Palembang : Bermodal Obeng, Aan Bobol Rumah Warga dan Gasak Tiga Buah Ponsel
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Aan (34), tersangka kasus pencurian yang kini diamankan petugas berikut barang bukti ketika rilis perkara di Mapolsek Kalidoni Palembang, Rabu (10/10/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berkilah tidak memiliki pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhannya, Aan (34), nekat melakukan aksi pencurian.

Dalam aksinya, pria plontos ini hanya berbekal sebuah obeng untuk membobol rumah warga.

Dari aksi bobolnya di rumah warga, tersangka Aan berhasil menggondol tiga unit ponsel dan uang tunai Rp 200 ribu.

Baca: Berita Palembang : Manfaatkan IT Untuk Ujian, Siswa SMKN 5 Palembang Ujian Pakai Android

Namun selang beberapa hari kemudian,, tersangkaberkutik dibekuk petugas Reskrim Kalidoni Palembang.

Ketika itu tersangka Aan sedang akan menjual hape curiannya ke seorang warga yang mengetahui bahwa hape yang dijualnya merupakan barang curian.

"Aku tidak tahu kalau orang yang mau beli hape itu yang tahu barang curian. Kemudian aku ditangkap polisi," ujar Aan, ketika rilis perkara di Mapolsek Kalidoni Palembang, Rabu (10/10/2018).

Baca: Berita Palembang : Korban Kebakaran Tuan Kentang Harus Kehilangan Uang Rp 55 Juta

Tersangka Aan melakukan aksi pencurian di rumah Rinaldi (19) yang berlokasi di kawasan Jalan Mayor Zen Lorong Mufakat RT 2 RW 2 Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni Palembang, Selasa (18/9/2018).

"Sebelumnya aku pantau dulu rumah itu dan aku lihat sedang sepi. Aku masuk ke rumah lewat jendela yang dicongke pakai obeng. Di dalam rumah itu aku dapat tiga hape dan uang. Baru sekali inilah aku mencuri," ujar Aan.

Baca: Berita Palembang : Masyarakat Palembang Keluhkan Kenaikkan Harga BBM Tanpa Pemberitahuan

Kapolsek Kalidoni Palembang AKP Yulia Farida didampingi Kanit Reskrim Ipda Herianto mengatakan, tersangka Aan saat ini masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

"Tersangka mengaku baru sekali melakukan aksi pencurian, namun masih dikembangkan petugas. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang curat (pencurian dengan pemberatan) yang ancamannya tujuh tahun penjara," ujar Yulia.

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved