Berita Palembang

Berita Palembang : Korban Kebakaran Tuan Kentang Harus Kehilangan Uang Rp 55 Juta

Nasib sial yang dialami Amran ketika melihat rumahnya terbakar bersama uang yang akan digunakan oleh dirinya untuk keperluan

Berita Palembang : Korban Kebakaran Tuan Kentang Harus Kehilangan Uang Rp 55 Juta
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Sehari usai kebakaran di Jalan Aiptu A Wahab Lorong Belimbing RT 8/2 Kelurahan Tuan Kentang, Kertapati, Palembang, Rabu (10/10). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mujur sepanjang hari malang sekejap mata, mungkin itulah yang dapat menggambarkan perasaan dan keadaan dari Amran (60) seorang pensiunan pegawai negeri korban kebakaran di Jalan Aiptu A Wahab Lorong Belimbing RT 8/2 Kelurahan Tuan Kentang, Kertapati, Palembang.

Nasib sial yang dialami Amran ketika melihat rumahnya terbakar bersama uang yang akan digunakan oleh dirinya untuk keperluan sedekah 40 hari istrinya, sebesar Rp 55 juta.

Uang yang disimpan di tas dan berada dalam lemari pakaian ikut terbakar bersama bangunan rumah.

Baca: Berita Palembang : Jari Lengkung Tak Ideal, Tikungan LRT Palembang Paling Ekstrim Sedunia

"Saya menyimpan duit untuk keperluan sedekah 40 harian istri saya lusa mendatang. Uang tersebut ikut terbakar bersama api yang membakar rumah ini," ujarnya saat ditemui Sripo sehari usai kejadian kebakaran, Rabu (10/10).

Menurutnya, persiapan 40 harian istrinya akan berlangsung pada tanggal 12 mendatang. Namun akibat kejadian tersebut, semua persiapan untuk sedekah urung terlaksana.

Baca: Berita Palembang: Sudah Angkut 493 Ribu Penumpang, Ini Alasan Kecepatan LRT Sumsel Hanya 40-50 Km

"Saya sudah menulis undangan untuk mengundang orang-orang datang ke sedekahan 40 hari, kira-kira baru 10 undangan yang saya tulis sebelum kebakaran melahap rumah ini. Perlengkapan lainnya untuk memasak juga sudah disiapkan," ungkapnya.

Lanjutanya, masih jelas dalam ingatan Amran saat dirinya melihat kobaran api melahap rumahnya. Saat itu dirinya tengah mengisi paket tidak jauh dari rumahnya.

Baca: Berita Palembang: Harga BBM Naik Mulai Hari Ini, Petugas SPBU Beritahu Secara Lisan ke Pelanggan

"Saya lagi keluar, tidak lama banyak tetangga bilang ke saya, rumah saya kebakar. Saat itu saya langsung memacu motor seperti kesetanan, ngebut mau liat rumah. Pas aku masuk lorong, api itu sudah besar kira-kira mengelilingi rumah, tapi belum seluruhnya terbakar, baru merambat ke dinding samping," ujarnya.

Saat kejadian api yang mulai membesar, dibantu oleh angin dan cuaca siang itu, membuat api cepat membakar rumah yang rata-rata dibangun dengan kayu tersebut.

Baca: Berita Lahat : Maksimalkan Hasil Panen Padi, Pemkab Lahat Buat Terapkan Program Padi Sehat

"Kalau aku lihat, angin itu ngubeng-ngubeng (Berputar-putar) karena ditiup angin dari sungai yang bertiup kencang. Tidak ada yang bisa diselamatkan kecuali, televisi, kulkas dan komputer yang bisa diselamatkan," ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut sebanyak 6 unit rumah, 3 bedeng, dan 3 rumah rakit ludes terbakar pada musibah kebakaran dibawah jembatan Ogan Kertapati tersebut.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help